Anggota Mapala Arcapada Unisri Solo Taklukkan Tebing Songan Bali

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Dua Anggota Muda Mapala Arcapada Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Solo, Asih Febriani (Fakultas Ekonomi) dan Fara Salsabila Aryanto ( Fisip), bersama dua pendamping, Friska Cincin Setyowati (Fakultas Ekonomi) dan Arif Mustain ( Fisip) menyelesaikan ekspedisi spesialisasi divisi Rock Climbing di Tebing Songan, Kintamani, Bangli, Bali selama 10 hari, mulai 19 hingga 28 Juni 2024.

Ekspedisi Spesialisasi ini, menurut Febri, Rabu, 10 Juli 2024, merupakan bagian dari rangkaian pendidikan di Mapala Arcapada yang bertujuan untuk pemantapan materi, mengenal dan mempelajari budaya dan kearifan lokal di daerah ekspedisi.

banner 300x250

“Bagi para pecinta rock climbing, tebing bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga melatih mental, fisik, dan membangun rasa percaya diri,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Unisri Gelar Program Kreativitas Mahasiswa Di SMK Muhammadiyah 3 Nogosari

Tebing Songan dengan batuan andesit, ujarnya, menjadi medan menantang bagi para peserta. Mereka dihadapkan pada materi Artifical Climbing, Lead Climbing, Topografi Artificial dan Topografi Lead, serta Ekso Budaya.

Di hari ketiga, mereka mempraktikkan materi Artificial Climbing dan Topografi Artificial. Pemanjatan tebing ini membutuhkan seorang belayer dan peralatan khusus untuk mencapai puncak dengan aman.

Peralatan yang digunakan pun beragam, seperti belay device, harness, chalk bag, helm, sepatu panjat, kaos tangan, tali karmantel dan pengaman tambahan seperti friend, chock stone, hexentriks, sling, pedding, dan lain sebagainya.

Portalika.com/Febri

“Sebelum memulai, mereka melakukan briefing, stretching, dan persiapan alat. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dijelaskannya, tantangan berlanjut dengan Lead Climbing dan Topografi Lead Climbing di hari keempat dan kelima. Pemanasan dan Ekso Tebing dilakukan terlebih dahulu sebelum memulai Lead Climbing.

Di hari keenam dan ketujuh, mereka fokus pada Ekso Budaya untuk mempelajari dan mengenal budaya serta kearifan lokal di sekitar lokasi Ekspedisi Spesialisasi.

Di luar keseruan menaklukkan tebing, Ekspedisi Spesialisasi ini juga membuka mata para peserta terhadap kekayaan budaya lokal. Ekso Budaya menjadi momen untuk mempelajari dan mengenal budaya serta kearifan lokal di sekitar Kintamani.

Lebih dari sekadar petualangan, Ekspedisi Spesialisasi Mapala Arcapada ini menjadi ajang penempaan diri yang luar biasa. Para peserta belajar tentang ketangguhan, kerjasama tim, dan rasa cinta terhadap alam dan budaya. Semangat pantang menyerah dan tekad baja mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda pecinta alam lainnya. (Heris)

Komentar