Portalika.com [SEMARANG] – Universitas Diponegoro (Undip) resmi menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin, 5 Oktober 2026.
Kegiatan penerimaan berlangsung di Kantor Kelurahan Jatingaleh mulai pukul 09.00 WIB menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Jatingaleh, Kristiantoro, SE, beserta jajaran perangkat kelurahan, perwakilan Puskesmas, 10 kader kesehatan, perwakilan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tiga pengurus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan upaya membangun kemitraan multipihak yang sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Koordinator Dosen KKNT Jatingaleh, Dr Sunarno, SSi, MSi dan Lurah Jatingaleh, Kristiantoro, SE.
Prosesi utama ditandai dengan serah terima mahasiswa secara simbolis dari pihak universitas kepada Pemerintah Kelurahan Jatingaleh. Acara kemudian ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama.
Setelah prosesi penerimaan, mahasiswa melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat kelurahan dan perwakilan masyarakat. Diskusi tersebut bertujuan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyelaraskan rencana kegiatan, serta menghimpun masukan agar program yang dikembangkan sesuai dengan potensi dan permasalahan wilayah Jatingaleh.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program.
Pelaksanaan KKNT Jatingaleh dirancang melalui empat bidang prioritas yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan sejumlah tujuan SDGs.
Bidang pertama, penguatan kesehatan masyarakat, mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui rencana pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh (IMT).
Program ini juga mencakup edukasi kesehatan jantung bagi lansia, penerapan pola tidur sehat pada remaja, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong perilaku hidup sehat dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit.
Bidang kedua, pendidikan dan penguatan interaksi sosial, mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pembelajaran interaktif bagi anak-anak serta aktivitas fisik dan produktif bagi lansia.
Selain itu, Gerakan Nasi Berbagi direncanakan sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan solidaritas masyarakat.
Bidang ketiga, lingkungan hijau dan ketahanan pangan, berkaitan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Kegiatan yang direncanakan meliputi kerja bakti, penghijauan, edukasi pemilahan sampah, serta pengembangan kebun sayur dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pemanfaatan lahan produktif, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Bidang keempat, pemberdayaan dan digitalisasi UMKM, mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pendampingan pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran, pengenalan pembayaran digital menggunakan QRIS, serta pelatihan pencatatan keuangan sederhana.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Sebelum penerjunan resmi, mahasiswa telah melaksanakan survei dan pemetaan permasalahan wilayah pada 2–4 Oktober 2026 sebagai tahap persiapan. Rangkaian kegiatan KKNT selanjutnya dijadwalkan berlangsung hingga 30 November 2026, dengan evaluasi dan penutupan sebagai tahap akhir pelaksanaan program.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari tiga dosen dan berkoordinasi dengan perangkat kelurahan serta masyarakat setempat. Keterlibatan warga diupayakan dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi, sehingga program tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada manfaat dan keberlanjutannya.
Melalui KKNT ini, Undip berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs di tingkat masyarakat. Integrasi bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup sekaligusmemperkuat kapasitas masyarakat Kelurahan Jatingaleh.
Keberlanjutan menjadi salah satu harapan utama dari pelaksanaan program ini, khususnya agar kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengembangan kebun pangan, dan digitalisasi UMKM dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat bersama pemerintah kelurahan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. (*)
Penulis: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Undip Semarang di Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang
Editor: Triantotus











Komentar