Sekda Jateng: Difabel Bukan Untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Para seniman penyandang difabel yang tergabung dalam komunitas Roemah Difabel mengikuti pameran lukisan di kantor lembaga budaya Alliance Francaise Semarang, Jalan Dokter Wahidin 54 Semarang.

Penutupan pameran yang bertema “Aku Ada, Aku Berkarya, Aku Setara” ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Sabtu, 21 Februari 2026.

banner 300x250

Sumarno memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh segala bentuk fasilitasi kepada penyandang difabel.

BACA JUGA  Festival Mangrove Ke-4 Jatim Digelar Di Trenggalek

“Difabel bukan untuk dikasihani, tetapi difasilitasi,” tandasnya.

Menurut dia, pameran lukisan tersebut menjadi sarana untuk mengekspresikan bakat dan minat para penyandang difabel tersebut.

Sumarno juga mengajak agar kegiatan tersebut dipromosikan secara masif, sehingga masyarakat luas dapat turut hadir dan memberikan apresiasi.

BACA JUGA  Implementasi Sistem Digital dalam Tata Kelola Administrasi Publik: Laporan Magang Mahasiswa Unisri di UPTD Solo Technopark

Pimpinan Alliance Francaise Semarang, Kiki Martaty menjelaskan, lembaganya berkomitmen menghadirkan seni sebagai bahasa universal dalam menjembatani perbedaan. Karenanya, pihaknya membuka ruang kepada Roemah Difabel melalui pameran lukisan. Pameran ini dibuka oleh duta besar Perancis untuk Indonesia, pada Rabu, 11 Februari 2026, dan berakhir pada Sabtu, 21 Februari 2026.

BACA JUGA  Wabup Wonogiri Minta Hukum Ditegakkan Terhadap Pelaku Anarkistis Demo Mayday di Semarang

Ketua Yayasan Difabel Indonesia, Hidayah Ratna dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah yang memberikan dukungan dan perhatian terhadap bakat dan kemampuan difabel.

“Ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap difabel,” ujarnya. (*)
Editor: Triantotus

Komentar