Dipajang Bareng 88 Desainer dalam Re:Rasa Poster International Biennale 2026, Karya Poster Mahasiswa DKV ISI Surakarta Lolos Kurasi

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Mahasiswa angkatan 2025, Frian Abadi yang berasal dari Batang, Jawa Tengah yang merancang poster untuk submit dalam ajang internasional dengan teknik editing dan ilustrasi vektor yang dikerjakan selama tiga hari.

Frian Abadi mengangkat judul karya Displaced ini lolos dan bersanding bersama 88 desainer, akademisi, praktisi, dan seniman dari 25 negara.

banner 300x250

Setelah melewati tahap kuratorial dari karya poster Frian Abadi, mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta berhasil lolos dan dipamerkan bareng peserta dari luar negeri dalam ajang Re:Rasa Poster International Biennale 2026.

Mengusung tema “Re: Think, Re: Make, Re: Act”, biennale tersebut menghadirkan desainer dari dalam dan luar negeri yang menampilkan karya poster bertema sosial, lingkungan, budaya, hingga isu-isu kemanusiaan global.

Ajang yang digagas Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas Paramadina ini resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Jumat (31/7). Event pameran diselenggarakan pada 31 Juli – 2 Agust 2026 di kampus Paramadina University, Jakarta.

Re: Rasa International Poster Biennale 2026 merupakan hasil kolaborasi Universitas Paramadina dengan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, ASPRODI DKV Indonesia, AIDIA (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Selasar Art Space (Selasart), dan ASEDAS Malaysia.

Frian melalui karya visual monokromatik ini menghadirkan elegi yang menyentuh tentang kehancuran alam dan hilangnya habitat secara tragis akibat keserakahan. Di pusat komposisi, potret seekor rusa yang meneteskan air mata menjadi representasi emosional dari seluruh satwa liar yang dipaksa kehilangan rumah mereka.

Keputusasaan ini semakin diperkuat oleh metafora visual yang tajam pada tanduk sang rusa, yang bertransformasi menjadi dahan dan ranting pohon kering dengan daun-daun yang berguguran; menyimbolkan bahwa nasib satwa dan kelestarian hutan adalah satu kesatuan kehidupan yang tak terpisahkan.

Ketika hutan mati, jiwa satwa pun ikut terenggut. Sementara itu, latar belakang karya ini didominasi oleh hamparan tumpukan kayu gelondongan bekas tebangan yang masif hingga ke ujung cakrawala, memvisualisasikan realitas pahit dari deforestasi massal.

Bersama dengan tipografi vertikal “Save The Earth” yang tegas, poster ini bukan sekadar ilustrasi, melainkan sebuah teguran keras yang mengingatkan kita bahwa merampas hutan sama dengan merenggut napas dan ruang hidup para penghuninya.

Frian dalam rilis yang dikirim menegaskan bahwa ia sangat senang sekali dapat lolos dalam pameran internasional ini karena tidak menyangka bahwa karyanya lolos dan dipajang sejajar dengan para desainer profesional di seluruh dunia dalam event Re:Rasa Poster Biennale tersebut.

Harapan kedepannya agar lebih semangat dan produktif dalam mengikuti event pameran atau perlombaan yang berkaitan dengan desain ungkapnya.

Sedangkan sebagai dosen pembimbing, Basnendar Herry Prilosadoso yang juga dosen DKV FSRD ISI Surakarta menyatakan bahwa kompetensi mahasiswa perlu ditingkatkan dan bisa dicoba untuk berani ikutserta dalam kegiatan pameran maupun kompetisi di luar kampus, khususnya di tingkat internasional agar mahasiswa mempunyai pengalaman. (Nendar/*)

Editor: Triantotus

Komentar