Mampu Berhitung dengan Bahasa Jawa, Taj Yasin Beri Hadiah pada Siswa SD

banner 468x60

Portalika.com [KABUPATEN SEMARANG] – Dua siswa sekolah dasar mendapat hadiah dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Acara di Balai Bahasa Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026.

Seorang siswa meminta sepeda, sementara satu siswa lainnya meminta uang Rp2 juta. Momen itu bermula ketika Taj Yasin, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan, bahwa Pemprov Jateng masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis.

banner 300x250

Ia kemudian mengundang dua siswa ke panggung untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Jawa. Kedua siswa tersebut adalah Lintang dari SD Negeri Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj Isriati, Kota Semarang.

BACA JUGA  Percepat Tanggulangi Kemiskinan, Ahmad Luthfi Gandeng Berbagai Stakeholder

“Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa,” kata Taj Yasin.

Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”.

Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Taj Yasin kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, ia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut. “Mau minta apa?” tanyanya.

BACA JUGA  Jadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal

Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Taj Yasin meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Mas, nanti dikasih ya, Mas,” ujar Taj Yasin kepada ajudannya.

Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.

“Senang [dapat sepeda], buat jalan-jalan. Makasih karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.

Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.

“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ujar Mayo.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.

BACA JUGA  Angkat Tiga Sub tema Hope, Pride, dan Chaos, Mahasiswa Angkatan 2024 DKV FSRD ISI Surakarta Unjuk Karya Lewat Refraksi

FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Festival berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan kampus Universitas Ngudi Waluyo. Sejumlah cabang yang dilombakan meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar