Hari Santri Nasional 2026, Pesantren Assalaam Padukan Do’a dan Aksi Nyata Untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] — Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menyelenggarakan dua kegiatan utama, yakni apel peringatan Hari Santri Nasional dan Sholat Istisqa’.

Diikuti sekitar 2.500 santri, guru, dan karyawan, rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian santri sekaligus memanjatkan doa bagi turunnya hujan di tengah persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

banner 300x250

Apel HSN dilaksanakan sebagai momentum refleksi atas peran strategis santri dalam pembangunan bangsa. Kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Istisqa’ yang diikuti oleh seluruh keluarga besar PPMI Assalaam, termasuk Ibunda Hj Siti Aminah Abdullah selaku Pembina Yayasan Majelis Pendidikan Islam Surakarta (YMPIS) beserta jajaran.

BACA JUGA  Cetak Advokat Cerdas dan Berintegritas, FH Unisri Gandeng Peradi Gelar PKPA Angkatan X 

Sholat dipimpin Ustaz Abdul Rasid Husaini sebagai imam, sedangkan khutbah disampaikan oleh Ustaz Kadarusman, MAg.

Direktur PPMI Assalaam, Drs Uripto M Yunus, MEd, menegaskan santri merupakan pilar strategis pembangunan dan benteng karakter bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas.

Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali memahami filosofi dan tanggung jawab seorang santri.

“Menjadi santri, tidak cukup hanya ditunjukkan melalui penampilan dan aktivitas keseharian. Santri harus tergambarkan dari spiritual, intelektual, moral dan keterampilan. Penguasaan sains, teknologi digital, dan pemahaman ekonomi modern juga menjadi bekal penting agar santri mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” jelas Direktur PPMI Assalaam.

BACA JUGA  Adi Soemarmo Siap Layani Penumpang Saat Libur Nataru 2025/2026

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri Assalaam untuk terus memperbarui semangat belajar, memperkuat karakter, dan mengembangkan kompetensi.

Pada saat yang sama, nilai-nilai kepesantrenan juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai ikhtiar kepedulian yang telah dilakukan keluarga besar Assalaam. Sebelumnya, para santri menghimpun donasi sebesar Rp25 juta, yang sebagian diperuntukkan bagi bantuan penanganan kebakaran hutan.

Di sisi lain, Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah (LZIS) Assalaam juga telah melakukan pembangunan sumur bor sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi persoalan kekeringan dan memenuhi kebutuhan air bersih.

BACA JUGA  BPK Beri Tiga Catatan Kinerja Pemprov Jateng, Salah Satunya Alih Fungsi Lahan Fondasi Pangan

Pelaksanaan Sholat Istisqa’ pada HSN menjadi bagian dari ikhtiar spiritual selain aksi nyata kepedulian sosial. Melalui doa bersama, keluarga besar PPMI Assalaam memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menghadapi kekeringan, serta melancarkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Rangkaian apel Hari Santri Nasional dan Sholat Istisqa’ menegaskan bahwa semangat santri untuk menguatkan negeri tidak berhenti pada penguatan ilmu dan karakter, tetapi juga diwujudkan melalui doa, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Naharudin)

Komentar