Lampaui Target Medali, Indonesia Sudah Kantongi 8 Emas di Asian Para Games 2026

banner 468x60

Portalika.com [NAGOYA, JEPANG] – Kontingen Indonesia melampaui target perolehan medali di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Merah Putih telah mengoleksi 8 emas, 8 perak, dan 22 perunggu, atau total 38 medali, hingga Rabu, 21 Oktober 2026 jam 23.00 waktu setempat.

Perolehan itu Merah Putih menempati peringkat kesembilan klasemen sementara. Raihan ini melewati target pemerintah sebesar 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu, padahal pertandingan nomor andalan masih tersisa beberapa hari.

banner 300x250

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyambut capaian ini dengan rasa syukur.

“Alhamdulillah, di hari Rabu tanggal 21 Oktober, hari ini kita mendapatkan tambahan medali. Itu artinya sudah mencapai target, melebihi target,” ujar Reda saat berada di Headquarter Kontingen Indonesia, Rabu malam.

Rabu menjadi hari yang manis bagi Indonesia. Dalam sehari, kontingen menambah 4 emas, 3 di antaranya dari boccia, ditambah 1 emas dari para atletik.

Ketiga wakil boccia yang tampil di final semuanya pulang membawa emas, sehingga boccia menjadi cabang dengan koleksi emas terbanyak bagi Indonesia sejauh ini.

BACA JUGA  Guru SMP Muhammadiyah PK Kota Barat Solo Sabet Medali Perunggu Pencak Silat PON XXI Aceh Sumut

Hingga hari keempat pertandingan, medali Indonesia datang dari 9 cabang olahraga. Para atletik menjadi lumbung medali terbesar. Dari lintasan dan lapangan, Indonesia mengumpulkan 16 medali, terdiri dari 2 emas, 6 perak, dan 8 perunggu, atau hampir setengah dari total medali kontingen.

Boccia menyusul sebagai penyumbang emas terbanyak dengan 3 emas. Dari kolam renang, para renang mempersembahkan 2 emas lewat Maulana Rifky Yavianda, yang salah satunya diraih dengan memecahkan rekor Asia, ditambah 2 perunggu. Para balap sepeda turut menyumbang 1 emas dan 3 perunggu.

Cabang bela diri dan presisi juga ikut menambah pundi-pundi medali. Para judo mempersembahkan 1 perak lewat Junaedi dan 2 perunggu. Para panahan menyumbang 1 perak dari pasangan debutan Ken Swagumilang/Arif Firmansyah di ganda putra compound.

Sementara itu, para angkat berat mengoleksi 4 perunggu, dan para tenis meja 3 perunggu lewat Barce Layaba, Komet Akbar, dan Hamida.

Reda optimistis jumlah medali masih akan bertambah, mengingat nomor-nomor andalan dari para bulu tangkis, boccia, para renang hingga para renang masih akan dipertandingkan.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Usulkan Adanya Perda Multi Years, Agar APBD Lebih Berdampak Pada Masyarakat

“Besok dan ke depan ini sampai penutupan masih ada atletik, juga masih ada bulu tangkis, boccia juga masih ada. Dan ini merupakan andalan-andalan kita. Mudah-mudahan bisa menambah pundi-pundi emas kita. Ini menjadi kebanggaan bagi tim,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir hadir langsung di Nagoya untuk mendampingi para atlet mulai Rabu pagi. Sebelum final boccia digelar, ia sudah yakin target emas akan terlampaui.

“Seperti yang kita sepakati bersama-sama, target emas 7. Saya berharap, dan saya yakin, dan terus mendoakan dan kasih support, bismillah bisa melewati dari tujuh,” ujar Erick saat berada di Stadion Paloma Mizuho Nagoya, Rabu siang.

“Masih ada hari ini beberapa pertandingan final. Ada boccia masuk final, ada tiga. Di atletik juga sepertinya ada potensi lagi. Mudah-mudahan kita bisa berikan yang terbaik untuk Indonesia,” lanjutnya.

Keyakinan itu terbukti sore harinya. Ketiga wakil boccia Indonesia, Felix Ardi Yudha, Gischa Zayana dan Handayani pulang membawa emas. Bagi Erick, hadir langsung di arena adalah bagian dari tugasnya.

BACA JUGA  Novita Hardini Minta Kesejahteraan Kader Posyandu Diperhatikan

“Ya, kewajiban. Namanya juga menteri, masa nonton-nonton doang. Harus hadir bersama atlet, bersama Chef de Mission, bersama ketua NPC. Kita satu,” tegasnya.

Ingatkan Pentingnya Istirahat

Di balik deretan medali, ada kisah perjuangan para atlet yang tampil berkali-kali dalam waktu berdekatan. Reda mencontohkan pelari para atletik Saptoyogo Purnomo, yang tetap meraih perak meski mengalami kram.

“Ada Saptoyogo Purnomo, yang akhirnya di [nomor] kedua dia kram, karena diforsir banget. Tapi luar biasa mentalnya, mental juara, akhirnya dapat juga medali perak,” ungkap Reda.

Ia berpesan agar para atlet yang masih bertanding menjaga kondisi. Masih ada kesempatan untuk meraih hasil terbaik di cabornya masing-masing.

“Istirahatlah di sela-sela jeda pertandingan. Jangan memforsir badannya. Cari tempat istirahat untuk tidur, karena dengan istirahat itu paling tidak bisa memulihkan tenaga para atlet,” pesannya.

Asian Para Games 2026 akan berlangsung hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. (Ariyanto)

Komentar