Fave Hotel Solo Hadirkan Pohon Natal Dari Gulungan Karton Bekas, Butuh Waktu 10 Bulan Kumpulkan Bahan

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Menyambut perayaan Natal tahun 2025, Fave Hotel Manahan Solo dan Fave Hotel Solo Baru kembali menghadirkan inovasi kreatif melalui pembuatan pohon Natal berbahan dasar gulungan karton bekas, sebagai simbol kepedulian lingkungan dan penerapan konsep Go Green.

Gerakan Go Green mendorong seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan, salah satunya melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recyle). Sebagai komitmen nyata, kedua hotel memanfaatkan gulungan karton bekas seperti gulungan tissue roll, gulungan lakban dan gulungan plastik wrapping yang dikumpulkan selama 10 bulan.

banner 300x250

Ide pembuatan pohon Natal dari bahan ini telah muncul sejak tahun lalu, yang selaras dengan fokus hotel untuk menghadirkan pohon Natal ramah lingkungan setiap tahun.

BACA JUGA  Pemerintah Komitmen Transparansi dalam Penanganan Isu Tambang Raja Ampat

Dalam prosesnya, Fave Hotel Manahan Solo membutuhkan 30 kg gulungan karton bekas, sedangkan Fave Hotel Solo Baru membutuhkan 80 kg gulungan karton bekas untuk membangun pohon Natal.

Dibuat secara artistik oleh tim internal hotel yang membutuhkan waktu 2 minggu, untuk menghasilkan karya seni yang unik, inspiratif dan sarat edukasi tentang pelestarian lingkungan.

Pohon Natal di Fave Hotel Manahan Solo memiliki tinggi 3 meter dengan diameter 1 meter, sedangkan di Fave Hotel Solo Baru berdiri megah pohon setinggi 7 meter dengan diameter 2,5 meter.

Seluruh gulungan karton dibiarkan dengan warna asli tanpa pewarna tambahan, memberikan kesan natural yang menggambarkan kejujuran, kesederhanaan dan karakter alami bahan.

BACA JUGA  8 Fraksi di DPR RI Sepakat Evaluasi Tunjangan Perumahan dan Fasilitas Lain
Portalika.com/Naharudin

Pohon Natal setinggi 7 meter tersebut bukan sekadar dekorasi hotel. Lebih dari itu, ia merupakan karya seni yang menyatukan kreativitas, kepedulian dan pesan keberlanjutan.

Terbuat dari material recycle, pohon ini menunjukkan bahwa keindahan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang baru, melainkan dapat muncul dari upaya menghidupkan kembali sesuatu yang dianggap tidak bernilai.

Setiap gulungan karton yang tersusun melambangkan kerjasama, ketekunan dan semangat memberi makna baru bagi lingkungan. Bentuk gulungan yang melingkar juga mencerminkan siklus kehidupan, kasih, harapan serta transformasi.

Khuswatus Solikhin Hotel Manager Fave Hotel Manahan Solo dan Fave Hotel Solo Baru menyatakan Tahun ini pihaknya mengangkat tema Miracle of Giving untuk mengingatkan bahwa keajaiban sering lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.

BACA JUGA  Hadapi Libur Panjang Kadisparibud Trenggalek Keluarkan Imbauan Bagi Pelaku dan Pengelola Wisata

“Penggunaan bahan recycle adalah bentuk komitmen kami terhadap lingkungan, setelah mengumpulkan bahan selama 10 bulan, kami mengolahnya menjadi pohon Natal yang memiliki kehidupan dan makna baru. Kami berharap setiap tamu dapat merasakan pesan kepedulian ini, bahwa memberi perhatian kepada bumi dan sesama adalah keajaiban sederhana yang paling berarti,” katanya.

Dengan hadirnya pohon Natal ini, Fave Hotel Manahan Solo dan Fave Hotel Solo Baru ingin menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya tren, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan melalui ide kreatif, kolaborasi tim dan semangat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan. (Naharudin)

Komentar