Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program edukasi literasi keuangan dan kesadaran lingkungan bagi siswa kelas 5 SD Negeri 2 Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Program ini mengusung tema Sosialisasi Literasi Keuangan dan Kesadaran Lingkungan melalui Pemanfaatan Limbah Botol Bekas sebagai Media Menabung.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli dan 1 Agustus 2025 ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun siswa. Dalam praktiknya, para siswa diajak membuat celengan kreatif dari botol bekas sebagai media menabung.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menabung sejak dini, tetapi juga memahami cara sederhana menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kembali limbah plastik.
“Anak-anak terlihat antusias. Mereka bukan hanya belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, tetapi juga berlatih kreatif menghias botol bekas menjadi celengan yang menarik,” ungkap Arifin Zidan Pamungkas, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unisri sekaligus pelaksana program.
Program ini dinilai memberi manfaat luas. Bagi siswa, kegiatan menumbuhkan kebiasaan menabung serta kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah plastik.
Bagi guru, kegiatan ini menghadirkan metode alternatif untuk menyampaikan materi literasi keuangan dan lingkungan dengan cara menyenangkan. Sementara bagi pihak sekolah, program ini menambah variasi pembelajaran interaktif yang bermanfaat.
Kepala Desa Glagah, Sumedi Waluyo, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan budaya hemat di desa,” ujarnya.
Meski berjalan lancar, kegiatan sempat menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu belajar, fasilitas sederhana, serta variasi kemampuan siswa. Namun dengan kreativitas mahasiswa dan dukungan guru, kegiatan tetap terlaksana dengan baik.
Melalui program KKN ini, mahasiswa Unisri berharap agar literasi keuangan dan kesadaran lingkungan dapat terus ditanamkan sejak usia dini.
“Harapannya, siswa bisa membiasakan diri menyisihkan uang jajan untuk ditabung dan semakin peduli pada lingkungan,” tambah Zidan. (*)
Editor: Suryono











Komentar