300 Paket Takjil Gratis Untuk Masyarakat, Bentuk Nyata Kerukunan Di Kota Solo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, bersama Panitia Bersama Imlek 2577/2026 menggelar pembagian takjil bertajuk “Harmoni Imlek Nusantara” di kawasan Balaikota Surakarta, Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini digelar berdekatan dengan momentum Tahun Baru Imlek dan awal Ramadan 1447 H.

Panitia Imlek terdiri dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Perhimpunan Masyarakat Surakarta (PMS). Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman, Pemerintah Kota Surakarta bersama Panitia Harmoni Nusantara menata kawasan pusat kota dengan dekorasi unik untuk menyambut Imlek dan Ramadan.

banner 300x250

Ornamen khas Imlek dan Ramadan dipasang berdampingan di kawasan Balai Kota, menghadirkan suasana harmoni di ruang publik.

“Ini sebuah harmoni yang sangat indah di Kota Surakarta sebagai kota inklusif dan kota toleran. Kita hidup berdampingan,” ujar Astrid.

Dalam rangkaian acara itu, Panitia Bersama Imlek membagikan 300 paket takjil gratis kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Aksi sosial tersebut menjadi bentuk nyata kerukunan di Kota Solo.

Suasana semakin semarak dengan penampilan barongsai yang sukses menarik perhatian warga untuk merapat ke area Balaikota. Setelah menyaksikan atraksi budaya tersebut, masyarakat antusias menerima takjil yang dibagikan.

“Kita hidup berdampingan, dan kebetulan ada banyak momen indah yang bisa dirayakan bersama, mulai dari pertunjukan barongsai hingga pembagian takjil menjelang berbuka puasa,” tambah Astrid.

Selain aksi sosial, suasana toleransi juga diperkuat dengan dekorasi kota di mana lampion Imlek dijajarkan bersama ornamen Ramadan di kawasan Balaikota Surakarta.

“Menambah toleransi di Kota Solo kami jajarkan lampion Imlek bersama lampion Ramadan, masjidnya pun bernuansa Tionghoa yaitu Masjid Lao Tze dan Masjid Cheng Ho,” ujar Panitia Imlek.

Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto berharap harmoni yang terbangun di Balaikota tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.

“Harmoni di Balaikota Surakarta diharapkan menjadi warisan budaya dan sosial yang membanggakan bagi generasi mendatang,” tegas ketua panitia.

Wawali Astrid menegaskan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa toleransi di Surakarta bukan sekadar slogan. Sebagai kota budaya, Solo terus memberi ruang bagi setiap perbedaan agama dan etnis untuk tumbuh berdampingan dalam semangat gotong royong dan kebersamaan. (Ariyanto)

Komentar