Portalika.com [KLATEN] – Upaya meningkatkan literasi digital anak dan remaja terus dilakukan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Melalui program bertajuk Saring Sebelum Sharing: Edukasi Literasi Media Sosial untuk Anak dan Remaja, kelompok KKN 29 Unisri mengadakan sosialisasi di SMP Negeri 4 Karanganom, Klaten, Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 09.00 WIB hingga jam 11.00 WIB.
Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kesadaran pentingnya etika digital, menjaga privasi, serta membiasakan siswa memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial.
Program ini diinisiasi mahasiswa KKN 29 Unisri yang dipandu langsung Lintang Agusti Sulistyoningrum selaku penanggung jawab, dengan Fikriana Mahar Rizqi, SIKom, MA sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Sosialisasi ini juga menjadi implementasi tema besar KKN Unisri tahun 2025, yaitu “Sinergi Unisri, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.”
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Karanganom. Acara dimulai dengan pengenalan materi mengenai etika digital dan literasi media sosial, yang menjelaskan tentang bahaya penyebaran hoaks, pentingnya menjaga data pribadi, serta dampak panjang dari jejak digital.
Penyampaian materi dikemas secara sederhana agar mudah dipahami oleh siswa, sekaligus menekankan prinsip “Saring Sebelum Sharing” dalam setiap aktivitas bermedia sosial.
Agar kegiatan tidak monoton, sosialisasi dilengkapi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Para siswa diajak untuk berbagi pengalaman mereka saat menggunakan media sosial, sekaligus dilatih untuk berpikir kritis dalam menilai kebenaran informasi.
Hal ini menjadikan kegiatan berlangsung lebih hidup, karena peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif terlibat dalam proses belajar.
Suasana semakin semarak ketika tim KKN memberikan pertanyaan seputar literasi digital. Siswa yang mampu menjawab dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi, sehingga menambah motivasi dan semangat mereka untuk aktif mengikuti jalannya kegiatan.
Momen ini juga memperlihatkan bahwa siswa memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap isu-isu digital yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Selain pemberian materi, mahasiswa KKN menampilkan contoh nyata terkait permasalahan di dunia maya seperti cyberbullying, penipuan online, hingga dampak kecanduan media sosial. Dengan menghadirkan contoh kasus, siswa lebih mudah memahami risiko yang bisa muncul dari penggunaan media sosial yang tidak bijak.
Peserta diajak untuk membandingkan pengalaman mereka dengan kasus yang dipaparkan, sehingga pesan sosialisasi semakin membekas.
Dengan terselenggaranya program ini, mahasiswa KKN 29 Unisri berharap siswa SMP Negeri 4 Karanganom mampu menjadi generasi yang lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri dari dampak negatif dunia maya, tetapi juga dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang positif, membangun budaya digital yang sehat, dan menjaga etika dalam setiap interaksi daring. (*)
Penulis: Lintang Agusti Sulistyoningrum, mahasiswa KKN Unisri Surakarta
Editor: Suryono












Komentar