Anak Muda Solo Diajak Perkuat Ketahanan Mental Bangun Komunikasi dan Relasi

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota (Wawalkot) Surakarta, Astrid Widayani mengajak generasi muda memperkuat ketahanan mental, kemampuan komunikasi, serta membangun relasi yang sehat.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan “Grow Within, Connect Beyond: Youth Empowerment through Mental Resilience & Interpersonal Communication” di Tawangpraja, Selasa, 15 September 2026.

banner 300x250

Kegiatan tersebut diikuti anak-anak muda dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan di Kota Solo, di antaranya Putra Putri Solo, Duta Genre, Forum Anak, serta perwakilan sekolah.

Turut hadir Past District Governor (PDG) Febri H. Dipokusumo dan District Governor (DG) Rotary District 3420 I Wayan Tur Adnyana, bersama jajaran Rotary Clubs of Solo Area, Rotaract, para narasumber dan panelis.

Astrid mengapresiasi Rotary Clubs of Solo Area yang telah menghadirkan ruang bagi anak muda untuk belajar, bertumbuh, sekaligus membangun jejaring positif.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Selain tuntutan pendidikan dan lingkungan sosial, perkembangan teknologi dan media sosial juga turut memengaruhi cara anak muda berinteraksi dan memandang dirinya sendiri.

“Ketahanan mental menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi yang sehat juga perlu terus dikembangkan sejak dini,” kata Astrid.

Ia menilai kemampuan membangun koneksi dengan orang lain menjadi salah satu bekal penting bagi anak muda.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana seseorang mendengarkan, memahami orang lain, dan membangun hubungan yang saling menghargai.

Di sisi lain, Astrid mengingatkan anak muda agar tidak kehilangan keseimbangan akibat penggunaan media sosial. Kemudahan untuk terhubung secara digital, kata dia, tetap harus diimbangi dengan kemampuan membangun hubungan di kehidupan nyata.

“Di era digital, anak muda perlu bijak menggunakan media sosial serta menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata,” ujarnya.

Astrid juga mendorong anak muda Solo untuk tidak takut menunjukkan potensi masing-masing. Menurutnya, setiap anak muda memiliki keunikan dan kesempatan untuk berkembang dengan caranya sendiri.

“Setiap anak muda memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Teruslah percaya diri, berani berkembang, dan berani berkarya,” pesannya.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut. Menurut Astrid, kolaborasi antara pemerintah, organisasi seperti Rotary dan Rotaract, komunitas, sekolah, serta anak muda merupakan modal penting untuk menciptakan ekosistem kepemudaan yang sehat di Kota Solo.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi seperti ini penting untuk menciptakan ruang-ruang positif bagi anak muda, tempat mereka bisa belajar, bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat berbagai perspektif mengenai ketahanan mental, komunikasi interpersonal, digital wellbeing, social media detox, hingga mindfulness bagi generasi Z.

Astrid berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat menjadi bekal yang diterapkan anak muda dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kegiatan ini dapat membangun generasi muda Surakarta yang tangguh, kreatif, berintegritas, dan peduli terhadap sesama. Mari bertumbuh dari dalam diri, terhubung dengan sesama, dan bersama-sama menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya. (Ariyanto)

Komentar