Mahasiswa KKN-PPM Unisri Dorong UMKM Japoh Go Digital melalui Edukasi E-Commerce

banner 468x60

Portalika.com [SRAGEN] – Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Berangkat dari peluang tersebut, Marwa Nafi’atus Sholihah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melaksanakan program kerja individu KKN-PPM bertajuk “UMKM Japoh Go Digital” di Griya Jamur Maryam, Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut mengusung program “Edukasi Digitalisasi UMKM Melalui Pemanfaatan E-Commerce”. Marwa yang tergabung dalam Kelompok 20 memberikan edukasi kepada pemilik Griya Jamur Maryam dengan di dampingi oleh seluruh rekan kelompok. Program ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa mencari informasi dan membeli produk secara daring. Kondisi tersebut menuntut pelaku UMKM untuk mulai menyesuaikan strategi pemasaran. Namun, pemanfaatan teknologi digital, khususnya e-commerce, sebagai sarana pemasaran dan pengembangan UMKM di Desa Japoh masih belum optimal.

banner 300x250

Melalui kegiatan ini, pemilik Griya Jamur Maryam memperoleh pengenalan mengenai fungsi e-commerce, manfaat platform Shopee, peluang pemasaran yang dapat dijangkau melalui ruang digital, tahapan pembuatan akun hingga pengelolaannya, serta tips and trik yang bisa digunakan. Pemanfaatan e-commerce diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pasar, mempermudah komunikasi dengan konsumen, meningkatkan daya saing, dan membuka potensi peningkatan penjualan produk.

Materi disampaikan secara sederhana dan langsung melalui brosur agar mudah dipahami serta dapat dibaca kembali setelah kegiatan. Kegiatan ini belum diarahkan pada praktik langsung, melainkan difokuskan sebagai tahap pengenalan untuk membangun pemahaman dan kesiapan pelaku UMKM sebelum memanfaatkan e-commerce secara mandiri.

Berdasarkan respons selama kegiatan, edukasi tersebut membantu pemilik UMKM memahami manfaat pemasaran digital dan peran e-commerce sebagai alternatif pengembangan usaha. Pemahaman ini menjadi langkah awal agar pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pemasaran konvensional, tetapi juga mulai mempertimbangkan saluran pemasaran daring yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Meskipun dilaksanakan dalam bentuk edukasi sederhana, “UMKM Japoh Go Digital” diharapkan dapat membuka wawasan pelaku usaha mengenai pentingnya adaptasi digital. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat dapat menjadi bekal bagi UMKM untuk memperkuat posisi usahanya sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Keberlanjutan program menjadi hal penting agar pemahaman yang telah diperoleh dapat berkembang menjadi keterampilan praktis. Pemerintah Desa Japoh diharapkan dapat mendorong pendampingan lanjutan bagi pelaku UMKM, terutama dalam bidang pemasaran digital dan branding. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya mengenal platform digital, tetapi juga mampu membangun identitas produk dan mengelola pemasaran daring secara konsisten.

Program “UMKM Japoh Go Digital” menunjukkan bahwa proses transformasi digital dapat dimulai dari langkah yang dekat dan sederhana, yakni mengenalkan manfaat teknologi, menumbuhkan kesiapan untuk mencoba, dan membuka wawasan terhadap pasar yang lebih luas. Kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan usaha lokal serta mendukung pembangunan Desa Japoh yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Marwa Nafi’atus Sholihah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unisri dan Muhammad Rizky Nur Prakoso, SPd, MPd

Editor: Suryono

Komentar