Runtuhkan Hambatan Akses Kesehatan Mobil Clinic PMI Kota Surakarta, Tembus Pelosok NTT

banner 468x60

Portalika.com [NAGEKEO, NTT] — Pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan kerja cerdas terintegrasi serta efektif di berbagai sektor, terutama dalam menjaga kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Pasca-guncangan gempa, kerusakan infrastruktur sering kali berbanding lurus dengan munculnya kerentanan baru berupa persebaran penyakit di wilayah pengungsian karena terbatasnya akses kesehatan serta buruknya sanitasi akibat dampak bencana.

banner 300x250

Ketua PMI Surakarta, Sumartono menyatakan mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus penyakit pascabencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta mengirimkan lima relawan terdiri dari seorang dokter, tiga perawat dan seorang tenaga supporting untuk memberikan bantuan pos pelayanan kesehatan.

Menurutnya, tim ini direncanakan melakukan masa tanggap darurat selama tiga minggu. Dari tanggal 22 Agustus hingga 14 September 2026.

Tim Kesehatan PMI Kota Surakarta mengoptimalkan armada kemanusiaannya dengan mengoperasikan layanan Mobile Clinic untuk menembus batas geografis pemukiman warga khususnya di kabupaten Nagekeo salah satu daerah yang terdampak cukup parah pasca Gempa.

Kegiatan pelayanan medis ini, ujarnya, difokuskan di Desa Nangadhero, sebuah kawasan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang mengalami dampak struktural dan sosial cukup signifikan akibat gempa bumi.

Banyak warga di kawasan ini memilih bertahan di tenda-tenda darurat halaman rumah karena masih didera rasa trauma terhadap potensi gempa susulan. Kondisi lingkungan tenda yang terpapar debu, angin malam, dan keterbatasan sanitasi mempercepat penurunan daya tahan tubuh para penyintas, terutama bagi kelompok anak-anak dan lansia.

Menyikapi urgensi tersebut, tim medis PMI Kota Surakarta bergerak menyusuri perkampungan dari pintu ke pintu. Model pelayanan kesehatan bergerak ini didesain untuk meruntuhkan hambatan akses bagi para korban gempa.

Dijelaskannya, tim medis dengan membawa logistik obat-obatan yang lengkap serta peralatan medis portabel standar kedaruratan, tim relawan PMI Kota Surakarta memberikan pelayanan komprehensif mulai dari pemeriksaan fisik, konseling medis, hingga pembagian paket suplemen penunjang imunitas tubuh secara gratis.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan penanganan kesehatan pascabencana tidak boleh menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan tim medis yang harus proaktif menjemput bola.

Langkah proaktif ini krusial untuk mencegah penyakit ringan berkembang menjadi kondisi kronis yang fatal akibat penanganan yang terlambat di lapangan.

“Strategi Mobile Clinic ini adalah langkah preventif sekaligus kuratif yang kami ambil untuk melindungi kesehatan masyarakat. Dalam situasi darurat, trauma dan kelelahan fisik sangat mudah memicu komplikasi penyakit seperti hipertensi dan ISPA. Kehadiran kami di depan pintu rumah mereka bukan sekadar memberikan obat, tetapi mengembalikan rasa aman dan memastikan bahwa negara serta kemanusiaan hadir di tengah-tengah masa sulit mereka,” tegas Kristianus Pantaleon Jogo dalam keterangannya kepada media.

Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan mencatat sebanyak 577 jiwa telah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Kehadiran tim medis di tengah-tengah pemukiman disambut antusias oleh warga setempat, mengingat sebagian besar dari mereka mengaku kesulitan untuk pergi ke puskesmas terdekat karena fokus tenaga mereka tersita untuk memperbaiki sisa-sisa hunian dan keterbatasan transportasi darat.

Dari diagnosis yang ditegakkan oleh dokter Prihatmoko, Tim Kesehatan PMI Kota Surakarta di lapangan, gangguan kesehatan yang banyak diderita penyintas meliputi keluhan batuk, pilek, pusing, serta pegal-pegal yang jamak ditemukan pada korban bencana akibat pola tidur yang tidak teratur dan paparan cuaca ekstrem di tenda darurat.

Selain itu, penemuan kasus hipertensi pada beberapa lansia menjadi perhatian khusus bagi tim medis untuk memberikan edukasi mengenai manajemen stres pascabencana serta pembatasan konsumsi makanan tertentu selama di pengungsian.

Layanan Mobile Clinic PMI Kota Surakarta ini rencananya akan terus dipindahkan secara berkala ke desa-desa lain di wilayah Kabupaten Nagekeo yang teridentifikasi mengalami krisis akses kesehatan serupa.

Evaluasi harian dari setiap wilayah operasi akan terus dikoordinasikan secara intensif bersama puskesmas pembantu, dinas kesehatan kabupaten, serta lembaga kemanusiaan lainnya demi terciptanya peta penanganan kesehatan darurat yang solid, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh penyintas gempa di Flores. (Ariyanto)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar