Tinjau Operasional KDMP, Ahmad Luthfi Pastikan Bermanfaat untuk Warga dan Jadi Off Taker Produk Lokal

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau operasional Koperasi Desa Meraih Putih (KDMP) di wilayahnya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ada dua titik yang ditinjau, yaitu KDMP Bergas Kidul, Kabupaten Semarang dan KDMP Banyudono, Kabupaten Boyolali.

banner 300x250

Di dua titik tersebut, Luthfi menegaskan agar koperasi tersebut dipromosikan kepada warga, sehingga keberadaannya memberikan manfaat untuk warga desa. Ia juga meminta agar koperasi tersebut sebagai penguat swasembada pangan serta off taker (pembeli) produk lokal dan UMKM setempat.

“KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan di dua lokasi tersebut.

BACA JUGA  Asuransi Pertanian, Upaya Nyata Gubernur Luthfi Antisipasi 10.000 Hektare Terdampak Puso

Dia berharap KDMP yang sudah operasional tersebut dapat menjadi acuan atau tempat belajar bagi KDMP lain yang belum beroperasi. Baik dari tata kelola, sistem kerja, hingga bagaimana menjalin kerja sama dengan UMKM lokal melalui konsinyasi.

“Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya nganggur,” katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan. Apalagi di desa-desa memiliki kearifan lokal dan potensi berbeda-beda.

“Potensi desa harus digalang, KDMP merupakan off taker daripada produk-produk desa, termasuk di dalamnya adalah hasil pangan dan UMKM,” katanya.

BACA JUGA  KAI Daop 6 Imbau Masyarakat Manfaatkan Diskon 30% Tiket Kereta Lebaran

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, per 19 Oktober 2026, KDKMP yang sudah terbentuk di Jawa Tengah sebanyak 8.523 unit.

Dari jumlah tersebut sebanyak 5.427 koperasi atau 63% telah operasional sedangkan sebanyak 3.096 koperasi atau 37% masih tahap persiapan. Untuk jumlah gedung KDKMP yang telah terbangun sebanyak 5.895 gedung.

Dari sisi kepemilikan gerai, pola pengembangan usaha KDKMP di Jawa Tengah cukup beragam. Rinciannya adalah 4.432 KDKMP memiliki 1 gerai, 749 KDKMP memiliki 2 gerai, 175 KDKMP memiliki 3 gerai, 28 KDKMP memiliki 4 gerai, 39 KDKMP memiliki 5 gerai, 3 KDKMP memiliki 6 gerai, dan 1 KDKMP memiliki 7 gerai.

Luthfi mengakui bahwa masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP sehingga belum dapat beroperasi. Salah satunya adalah infrastruktur serta sarana prasarana yang belum lengkap.

BACA JUGA  1.569 Personel Disiagakan Kawal Aksi Transportasi Online di Semarang, Kedepankan Pelayanan Humanis

Misalnya ada KDMP yang listriknya kurang, kendaraan belum ada, barang-barang yang akan dijual belum datang, dan sebagainya.

“Ya memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa,” jelasnya.

Seorang warga Desa Banyudono, Sri Mulyani mengaku, memilih belanja di KDMP karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau. Misalnya harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22.000 tetapi di KDMP hanya Rp16.000. Selain itu juga lebih dekat dari rumahnya.

“Harapannya dengan adanya KDMP ini apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi,” ujarnya. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar