Karhutla: Hutan Terbakar Atau Dibakar?

Oleh: Putri Nabila Damayanti, SH

banner 468x60

Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia. Kekayaan hutan tropis, savana yang luas, serta flora dan fauna yang beragam adalah warisan alam yang tak ternilai.

Namun setiap tahun kita menghadapi tragedi yang sama. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) muncul dari Kalimantan, dari Sumatera, hingga lereng-lereng gunung.

banner 300x250

Api merambat cepat, asap mengepung, bahkan melintasi batas negara. Dampaknya nyata. Bayi, anak-anak sekolah, hingga orang tua terpaksa menghirup udara beracun.

BACA JUGA  Democracy in One Piece, Serunya Kritikan ala Siswa MAN Wonogiri dalam Pentas Drama

Mata pedih, jarak pandang terbatas, aktivitas lumpuh. Di sisi lain, flora dan fauna sebagai warisan alam terancam punah dilahap Si Jago Merah.

Hingga akhirnya, negara tetangga pun menuntut pertanggungjawaban Indonesia. Pertanyaan besarnya adalah: Apakah hutan ini terbakar secara alami akibat pemanasan global, atau justru ada tangan-tangan yang sengaja membakar untuk membuka lahan baru demi kebun sawit dan kepentingan korporasi besar?

BACA JUGA  Distribusi Hewan Kurban Kapolres Sukoharjo Menyasar ke Lapas Wonogiri

Pola lama: Bakar, jadi abu, sulap jadi kebun, lalu jadi pundi-pundi uang. Sementara rakyat yang menanggung sesaknya.

Hutan adalah warisan kehidupan, bukan untuk diwariskan dalam bentuk abu. (**)

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi: Pengabdian Tak Pernah Purnabakti

*) Aktivis Pemuda

Komentar