Portalika.com [NAGOYA, JEPANG] – Atlet Para Panahan Indonesia akhirnya mencatatkan sejarah dengan meraih medali perak pertama sepanjang keikutsertaan di Asian Para Games.
Pasangan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah mempersembahkan medali perak dari nomor ganda putra compound ajang Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Rabu, 21 Oktober 2026.
Capaian ini melampaui target perunggu yang dipasang tim pelatih untuk pasangan yang belum genap dua tahun bermain bersama ini. Apalagi Indonesia juga baru pertama kali mengirimkan wakilnya di nomor tersebut.
Di final, Ken/Arif berjuang ketat melawan pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee/Comsan Singpirom. Kedua pasangan sama-sama membuka laga dengan nilai 36 dan sempat imbang 38 di rangkaian ketiga, sebelum Thailand menutup laga dengan skor 150-147.
Sehari sebelumnya, Ken/Arif tampil impresif di semifinal dengan menyingkirkan India lewat skor tipis 156-155.
“Alhamdulillah, tadi kita mendapatkan perak. Kemarin di semifinal, Alhamdulillah juga, kita bisa mengalahkan India dengan skor 156-155,” ujar Ken.
Bagi Ken dan Arif, perak ini terasa istimewa. Keduanya baru dipasangkan pada 2025 dan menjalani debut bersama di Beijing pada Juli tahun itu.
“Kita ini terhitung sebagai pasangan baru. Baru 2025 debut pertama, di Beijing, bulan Juli. Kalau sampai sekarang, hitungannya bahkan belum sampai dua tahun. Dan kita bersyukur sudah bisa sampai di final,” tutur Ken.
Nagoya juga menjadi pengalaman pertama Arif di ajang multicabang sebesar Asian Para Games. Ia merasakan langsung bedanya tekanan di panggung final.
“Pengalaman pertama di Asian Para Games ini. Pressure panggung final sama di lapangan kualifikasi sangatlah berbeda jauh. Dan kondisi angin pun juga beda, cukup mengganggu,” ungkap Arif.
Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menyambut perak ini dengan apresiasi tinggi. Menurutnya, capaian Ken/Arif sudah melampaui harapan tim.
“Ini merupakan pengalaman pertama Ken dan Arif di nomor doubles men’s compound. Jadi ini Asian Para Games pertama mereka untuk kategori doubles. Untuk capaiannya sendiri sebenarnya sudah melebihi target, karena pada awalnya target kita perunggu untuk mereka,” kata Rameez.
“Kami dari tim para panahan sangat mengapresiasi dua pemanah kita, Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah, yang bisa berjuang sampai final,” lanjutnya.
Rameez juga mengungkap tantangan angin di panggung final yang berbeda jauh dari lapangan kualifikasi.
“Angin yang ada di panggung final dan angin yang ada di panggung kualifikasi itu sangat berbeda. Tadi kita bisa melihat sendiri, gerakan anginnya sangat cepat,” jelasnya.
Perak di Nagoya menjadi pijakan bagi Ken/Arif untuk menatap target yang lebih besar. Rameez menyebut pasangan ini punya rekam jejak konsisten.
“Mereka nggak pernah absen dari semifinal sebenarnya, di World Series pun. Jadi target tetap seperti biasa, main sampai panggung final,” kata Rameez.
Target Bertahap
Rameez juga optimistis pasangan ini bisa kembali berjaya di level Asia Tenggara, setelah meraih emas di ASEAN Para Games Thailand tahun lalu. Menurut Rameez, ke depan tim akan menambah jam terbang di partai final dan memperkuat latihan mental.
“Faktor teknik, disiplin, dan faktor mental yang terus ditempa itu merupakan hal utama dalam para panahan,” tegasnya.
Ken dan Arif sendiri sudah memasang target untuk tahun depan. “Di tahun depan ada dua event besar. Di ASEAN Para Games Malaysia, semoga kita mendapatkan medali emas untuk nomor ganda para compound putra. Kemudian ada juga World Championship, di situ ada rebutan tiket untuk ke Paralimpiade Los Angeles 2028. Semoga kita bisa mendapatkan medali atau mendapatkan tiket di situ,” ujar Ken.
Perjuangan para panahan Indonesia di Nagoya belum usai. Ken masih akan tampil bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly di semifinal beregu campuran compound melawan Tiongkok, Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 12.05 waktu setempat.
“Kalau habis ini, yang main saya, di mixed, nanti sama Audi di semifinal,” kata Ken.
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Kholidin dan Setiawan akan memperebutkan medali perunggu ganda putra recurve melawan Korea Selatan pukul 09.50. Kholidin juga akan berpasangan dengan Noviera Ross di semifinal beregu campuran recurve melawan Iran pukul 13.15.
“Kami tetap optimistis, karena ke depan masih memiliki beberapa nomor,” ujar Rameez. (Ariyanto)











Komentar