Hindari Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Pasca kebakaran hutan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meminta penutupan sementara seluruh jalur pendakian gunung dan pembatasan aktivitas di lereng gunung.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, masukan dari Polda Jateng agar balai taman nasional di semua gunung yang ada di Jawa Tengah untuk sementara dilakukan pembatasan pendakian.

banner 300x250

“Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena human error. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas,” kata Bergas saat memberikan keterangan di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng juga sudah menindaklanjuti untuk menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani serta memberi tembusan ke TNI dan Polri untuk dilakukan pembatasan atau pelarangan kegiatan beraktivitas di gunung.

BACA JUGA  Harwan Muldidarmawan: Poltrada Bali Ambil Peran Penting dalam Membangun Sistem Keselamatan Transportasi Nasional

Di sisi lain, kata Bergas, upaya penanganan kebakaran hutan lahan di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, bahkan terbaru Gunung Pakuwaja (kawasan Dieng) terus di lakukan. Penanganan di Gunung Lawu dilakukan dengan jalur darat dan udara (water bombing), termasuk membuat pembatasan jalur api agar tidak semakin meluas. Sebab titik kebakaran di Gunung Lawu ada yang sudah berjarak 5 kilometer dari pemukiman warga.

Demikian juga penanganan di Gunung Sumbing. Surat pengajuan untuk menggeser satu unit helikopter dari Gunung Lawu ke Gunung Sumbing sudah dikirim ke BNPB. Rencananya di Gunung Sumbing juga akan dilakukan penanganan dengan water bombing.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika membenarkan adanya surat imbauan atau permintaan kepada pengelola pos pendakian semua gunung di wilayah Jawa Tengah.

Sebagaimana tertuang dalam surat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal Rabu, 21 Oktober 2026, perihal Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.

BACA JUGA  DPC Peradi Karanganyar Gelar RAC, Badrus Zaman Ingatkan Soliditas Organisasi: Selesaikan Masalah di Dalam

“Baik Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, maupun Gunung Slamet dan lainnya untuk sementara waktu menutup pintu masuk pendakian,” katanya saat dikonfirmasi.

Surat imbauan tersebut diterbitkan berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026.

Selain itu juga memperhatikan semakin meningkatnya insiden Karhutla yang telah merambah kawasan hutan pegunungan strategis, antara lain di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, telah mengancam keselamatan jiwa pendaki, kelestarian ekosistem hutan lindung/konservasi dan berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan hidup.

Apalagi waktu kebakaran di Gunung Sumbing, ada 152 pendaki yang ada di atas. Sehingga saat terjadi kebakaran 152 pendaki itu harus dievakuasi.

BACA JUGA  Anggota Senkom Dilarang Terlibat Pinjol dan Judol Diminta Lindungi Keluarga dan Masyarakat

“Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolda indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah. Demikian kami maksudkan untuk mengeliminasi apabila hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Heru.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Gunung Lawu dan Gunung Sumbing melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penanganan kebakaran di dua gunung tersebut telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat.

“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama,” kata Luthfi beberapa hari lalu. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar