Portalika.com [SEMARANG] — Melimpahnya sampah sisa panen sayuran dan limbah peternakan di kawasan lereng Gunung Merbabu kini tak lagi dibuang sia-sia.
Melalui inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, warga Dusun Thekelan, Desa Batur, Semarang, sukses menyulap limbah organik tersebut menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bernilai guna tinggi.
Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Undip pimpinan Prof Mochamad Arief Budihardjo bersama anggota dosen yaitu Triyono, SH, MKn dan Dr Ida Hayu Dwimawanti, MM serta 15 mahasiswa KKN Tematik Tim 137 ini menyasar permasalahan utama petani hortikultura: tingginya biaya pupuk kimia sintetis dan potensi pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah pertanian.
Inovasi Mesin Pencacah dan Fermentasi Anaerob
Dalam program ini, tim Undip menghibahkan sarana produksi berupa 1 unit mesin pencacah limbah (shredder) dan drum komposter khusus. Sampah sisa tanaman seperti kol, brokoli, dan seledri dicacah halus, kemudian dicampur dengan kotoran serta urin ternak kambing untuk difermentasi secara anaerob.
Melalui pendampingan dan pelatihan intensif, warga berhasil menghasilkan 150 liter Pupuk Organik Cair (POC).
Lebih Hemat: Penggunaan POC ramah lingkungan ini mampu menekan pengeluaran petani dalam membeli pupuk sintetis pabrikan.
Menyuburkan Tanah: Kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) hasil fermentasi bioaktivator terbukti memperbaiki struktur tanah yang terdegradasi.
Ramah Lingkungan: Menghilangkan potensi polusi bau dan pencemaran lingkungan di sekitar area permukiman maupun ladang.
“Melalui pengolahan sampah organik terpadu ini, limbah yang dulunya menjadi masalah lingkungan kini kembali ke ladang sebagai nutrisi tanaman. Inilah wujud nyata sirkular ekonomi di tingkat desa,” ungkap Prof Arief.
Tak hanya fokus pada pengolahan limbah organik, tim pengabdian Undip juga menyempurnakan sarana greenhouse untuk pembibitan tanaman warga, serta memasang 10 titik lampu jalan tenaga surya (PJUTS) dan 6 cermin tikungan (convex mirror) guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan akses transportasi desa.
Apresiasi Pendanaan dan Kerja Sama Mitra
Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini terlaksana berkat dukungan penuh berbagai pihak. Tim pengabdian UNDIP mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui pendanaan Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) Tahun Anggaran 2025-2026, yang telah membeayai kegiatan Pengabdian Equity Univesitas Diponegoro berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 779/UN7.A/HK/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025 serta Perjanjian Kontrak Nomor 924-14/UN7.D2/PM/XII/2025 tanggal 23 Desember 2025.
Apresiasi setinggi-tingginya juga ditujukan kepada Perangkat Desa Batur dan seluruh kelompok mitra atas dukungan serta partisipasi aktifnya. (*)
Editor: Triantotus











Komentar