Portalika.com [KLATEN] – Dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Tim 120 Kelompok 2 melaksanakan program kerja multidisiplin berupa Penyusunan Katalog Batik Sarwidi sebagai Media Branding dan Promosi di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Program ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan identitas usaha dan penyediaan media promosi yang profesional sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Program diawali dengan observasi lapangan dan wawancara bersama Sarwidi, selaku pemilik usaha. Mahasiswa menghimpun berbagai informasi mengenai sejarah berdirinya Batik Sarwidi, filosofi usaha, proses produksi batik tulis, penggunaan pewarna alami, koleksi produk, hingga keunggulan yang dimiliki dibandingkan produk sejenis.
Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi visual berupa pemotretan produk, aktivitas membatik, serta lingkungan workshop untuk menghasilkan katalog yang informatif dan menarik.
Hasil pengumpulan data kemudian diolah menjadi katalog dengan pendekatan storytelling, sehingga pembaca tidak hanya memperoleh informasi mengenai produk, tetapi juga memahami perjalanan Batik Sarwidi, nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya,serta komitmen UMKM dalam melestarikan batik tulis ramah lingkungan.
Penyajian visual dirancang secara profesional dengan memadukan fotografi, tata letak, dan narasi yang mampu memperkuat branding Batik Sarwidi sebagai produk unggulan Desa Jarum.
Sebagai bentuk inovasi, mahasiswa KKN menyusun katalog dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Katalog berbahasa Indonesia dicetak dan secara simbolis diserahkan kepada Sarwidi sebagai media promosi yang dapat dimanfaatkan saat menerima pelanggan, tamu, maupun mitra kerja.
Katalog berbahasa indonesia juga tersedia dalam bentuk digital. Sementara itu, katalog berbahasa Inggris disediakan dalam format digital sehingga dapat dibagikan secara mudah kepada calon pembeli, wisatawan mancanegara, maupun pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai Batik Sarwidi melalui media daring.
Penyediaan katalog dwibahasa diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi Batik Sarwidi, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan batik pewarna alami kepada pasar internasional.
Langkah ini sejalan dengan semangat SDGs poin 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas UMKM, penguatan daya saing usaha lokal, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih luas.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap Katalog Batik Sarwidi dapat menjadi media promosi yang berkelanjutan sekaligus dokumentasi identitas usaha yang bernilai.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan mampu mendorong Batik Sarwidi untuk terus berkembang, memperluas akses pasar, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu ikon batik tulis pewarna alami di Desa Jarum tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (*)
Editor: Triantotus












Komentar