Gerakan Jawa Tengah ASRI Dicanangkan Menuju Target Indonesia Zero Waste 2029

banner 468x60

Portalika.com [BATANG] – Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disambut antusias berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, kepala daerah, hingga perusahaan-perusahaan.

Antusiasme itu terlihat saat acara pencanangan Gerakan Jawa Tengah Asri melalui aksi bersama bersih-bersih sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa 24 Februari 2026.

banner 300x250

Para peserta yang terlibat di acara itu berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala daerah, TNI, Polri, pelajar, perguruan tinggi, badan usaha, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, relawan, mahasiswa hingga masyarakat.

Salah seorang pelajar siswi kelas X SMAN Gringsing Batang, Riska menyampaikan, dirinya bersama rekan-rekannya terlibat memenuhi karung sampah yang disediakan pada Gerakan Jawa Tengah ASRI.

Riska mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan bersama rekan-rekannya dan berkomitmen untuk menjaga lingkungan. “Mari kita jaga lingkungan kita agar senantiasa aman, resik, sehat, indah,” katanya.

Kepala Departemen Corporate Communication Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy mendukung penuh gerakan ini. Bahkan, pihaknya memberikan bantuan 30 unit tempat sampah kepada pengelola pantai setempat.

“Tong sampah ini bermanfaat untuk pilah sampah organik dan anorganik, sehingga Pantai Jodo tetap terjaga sebagai daerah pendukung dengan potensi wisatanya,” ujarnya.

Bukan hanya di Batang, sejumlah pemerintah kabupaten/kota juga mendukung gerakan ini dengan caranya masing-masing.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, melalui gerakan ini, pihaknya telah mewajibkan setiap kantor pemerintah agar membuat biopori.

“Untuk aparatur sipil negara [ASN] juga wajib pilah sampah di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Walikota Semarang, Agustina Wilujeng. Pihaknya telah membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai Lingkungan), yang bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. Sebab, sampah di Kota Semarang acap menjadi penyebab banjir.

Sementara itu, Walikota Salatiga, Robby Hernawan dalam kesempatan yang sama menyampaikan pihaknya menggunakan 1.000 kantong guna mengumpulkan sampah, dalam rangka Gerakan Jawa Tengah ASRI. Selain itu juga menebar bibit ikan tawes di perairan umum, dan membuat sumur teba untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Jaga Tirta merupakan gerakan menjaga kebersihan sungai di Salatiga. Kami juga menjaga keindahan kota dengan angrekisasi di setiap sudut kota,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan sampah di Jawa Tengah sudah masuk kategori darurat, sehingga membutuhkan langkah konkret.

Ia mengingatkan, Presiden telah menargetkan Indonesia menuju zero waste pada 2029. Karenanya, Gerakan Jateng ASRI harus menjadi gerakan nyata. Ia meminta seluruh Bupati dan Walikota segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya.

Sebagai informasi, kegiatan Gerakan Jawa Tengah ASRI yang melibatkan lebih dari 1.000 orang ini bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Batang ini juga dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur, Taj Yasin Maemoen, Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, serta, jajaran Forkopimda Jawa Tengah. Hadir juga Bupati Batang, Faiz Kurniawan bersama Forkopimda Kabupaten Batang. Adapun kepala daerah di 34 kabupaten/kota yang lain mengikuti kegiatan ini secara daring. (*)
Editor: Triantotus

Komentar