Portalika.com [SURAKARTA] — Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng terus berkomitmen meningkatkan prestasi kemahasiswaan di tingkat nasional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk meraih pendanaan nasional tahun 2027.
Siaran pers yang diterima belum lama ini menyebutkan, kegiatan strategis ini digelar di Gedung B, Ruang Seminar Lantai 3 Kampus Unisri, Senin 12 Oktober 2026. Acara ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan Unisri.
Acara dibuka oleh Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo, MPd. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa program PPK Ormawa dan P2MW merupakan program strategis dari kementerian yang menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu, melakukan pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan secara riil.
“Unisri memiliki potensi Ormawa dan UKM yang besar dan kreatif. Melalui workshop ini saya berharap proposal-proposal yang disusun tidak hanya lolos pendanaan nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa. Ini adalah bagian dari penguatan prestasi kemahasiswaan,” ujar dia di hadapan para peserta.
Bedah Strategi Tembus Hibah Nasional
Untuk membekali para mahasiswa secara maksimal, Unisri menghadirkan narasumber (Narsum) nasional yang ahli dan berpengalaman di bidang kemahasiswaan serta penulisan proposal hibah, yakni Prof Dr Parmin, SPd, MPd.
Dalam sesi materi dan bedah proposal dia memaparkan secara komprehensif mengenai strategi jitu menembus pendanaan nasional, yang meliputi:
- Pemetaan Masalah: Teknik akurat dalam menganalisis kebutuhan desa atau mitra sasaran.
- Optimalisasi Judul: Cara merumuskan judul proposal yang menarik, inovatif, dan sesuai standar penilainya.
- Program Berkelanjutan: Penyusunan rancangan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak jangka panjang.
- Teknik Penganggaran: Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang transparan dan rasional.
- Tips & Trik: Menghindari berbagai kesalahan umum yang sering menjadi penyebab kegagalan proposal di tingkat nasional.
Sementara itu suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak aktif melontarkan pertanyaan serta berkonsultasi seputar ide-ide program pemberdayaan desa binaan dan rintisan bisnis mahasiswa yang sedang mereka kembangkan.
Melalui penyelenggaraan workshop intensif ini, civitas akademika Unisri menargetkan peningkatan signifikan pada jumlah tim PPK Ormawa dan P2MW yang lolos pendanaan nasional di tahun 2027 mendatang.
Langkah ini sekaligus memperkokoh peran strategis Ormawa Unisri sebagai agent of change (agen perubahan) serta motor penggerak wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi di kancah nasional. (Iskandar)











Komentar