Jateng Mulai Kembangkan Aglomerasi Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Lewat Rawa Pening Run

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengembangkan konsep aglomerasi wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Bokor) untuk memperluas daya tarik pariwisata di wilayah tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengembangan sport tourism atau wisata olahraga, seperti Rawa Pening Run Heritage yang memadukan aktivitas lari dengan pengalaman menikmati alam dan sejarah Ambarawa.

banner 300x250

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno disela acara peluncuran dan konferensi pers Road to Rawa Pening Run Heritage di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Sumarno mengatakan, pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara terintegrasi agar wisatawan tidak hanya berkunjung ke satu destinasi, tetapi juga tertarik menjelajahi kawasan lain di sekitarnya.

BACA JUGA  Menkomdigi Minta Pelantikan Pengurus Baru PWI Digelar di Monumen Pers Solo

Menurutnya, konsep aglomerasi memungkinkan sejumlah destinasi dengan karakter berbeda dikemas menjadi satu rangkaian perjalanan wisata. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan wisatawan sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.

Ia menyambut penyelenggaraan Rawa Pening Run Heritage sebagai salah satu momentum untuk memperkenalkan potensi Rawa Pening dan Ambarawa kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar Jawa Tengah.

Ajang lari tersebut menawarkan pengalaman berbeda karena menggabungkan olahraga dengan bentang alam dan jejak sejarah.

BACA JUGA  Perundungan Verbal Guru SD ke Murid Terjadi di Eromoko

Kawasan Ambarawa memiliki sejumlah daya tarik, mulai dari Rawa Pening, Benteng Fort Willem I, hingga Museum Kereta Api Ambarawa dan jejak sejarah Palagan Ambarawa.

Rawa Pening Run Heritage 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 November 2026, dengan titik mulai dan finis di Benteng Fort Willem I, Kabupaten Semarang. Penyelenggara menyiapkan tiga kategori, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer, dengan kuota 1.500 peserta dari kalangan pelari lokal, nasional, komunitas, hingga keluarga. Pendaftaran peserta dibuka mulai per Sabtu, 17 Oktober 2026.

Meskipun demikian, lanjut Sumarno pengembangan pariwisata di kawasan tersebut juga perlu diiringi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

BACA JUGA  Kisah Bangga dan Harapan Atlet SEA Games saat Terima Apresiasi Presiden Prabowo, Martina Raih 7 Medali

Ia mengajak masyarakat, termasuk komunitas pelari yang terlibat dalam Rawa Pening Run Heritage, untuk turut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian danau tersebut.

Menurutnya, Rawa Pening bukan hanya memiliki nilai wisata dan sejarah, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal potensi Rawa Pening sekaligus tergerak untuk ikut menjaga kelestariannya.

“Mari kita sama-sama suarakan bagaimana kita menjaga Rawa Pening,” tandas Sumarno. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar