Kampung Mandiri Cepoko Mulyo Dorong Kemandirian Warga Lewat UMKM, Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Kampung Mandiri Cepoko Mulyo di Dukuh Cepokosawit RT 07/RW 02, Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, terus mengembangkan potensi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, lingkungan, hingga kegiatan keagamaan.

Program itu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat mandiri, maju, guyub, sejahtera, dan berkelanjutan melalui pengembangan potensi lokal serta peningkatan kapasitas masyarakat, Jumat, 2 Oktober 2026.

banner 300x250

Ketua Kampung Mandiri Cepoko Mulyo, Ida Widaningsih, SPsi, mengatakan kemandirian masyarakat diwujudkan melalui kemampuan warga dalam mengembangkan lusaha produktif, membangun kerja sama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, peduli terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa kemanusiaan.

“Yang dikembangkan di Kampung Mandiri Cepoko Mulyo adalah lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Kemandirian diwujudkan melalui kemampuan masyarakat mengembangkan usaha produktif, menumbuhkan kerja sama, menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, peduli lingkungan dan kemanusiaan,” ujar Ida.

Menurutnya, Kampung Mandiri Cepoko Mulyo memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memandirikan Desa Cepokosawit, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencegah urbanisasi, serta memperkuat ketahanan pangan, sosial dan keagamaan.

BACA JUGA  KKN-T Tienji Farm Karangnongko: Kemas Ulang Informasi melalui Leaflet Edukasi "Susu Herbal Kambing Rempah" sebagai Media Literasi Informasi Masyarakat

Hal tersebut juga menjadi bagian dari visi Kampung Mandiri Cepoko Mulyo untuk mewujudkan kampung yang mandiri, maju, guyub, sejahtera dan berkelanjutan.

Salah satu sektor yang dikembangkan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM GWB (Group Wajan Bahagia). Kelompok tersebut menjadi wadah kegiatan ekonomi warga dengan mengembangkan berbagai produk, mulai dari kue kering dan kue basah, keripik, katering, kapsul daun kelor, sirup dan minuman sereh, hingga budidaya lumut dan ikan.

Pengembangan usaha dilakukan dengan memaksimalkan potensi alam dan keterampilan yang dimiliki masyarakat setempat. Produk makanan juga diarahkan agar memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi peluang usaha bagi berbagai kalangan.

Perluasan pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau masyarakat. Telepon seluler, WhatsApp dan media sosial digunakan untuk memperkenalkan produk, menerima pesanan, menyampaikan informasi, sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Transformasi ekonomi tersebut mulai diperkuat pada 27 Desember 2025. Saat itu, GWB yang sebelumnya bergerak pada bidang sosial dan keagamaan mulai memperluas kegiatan ke sektor UMKM untuk membangun kemandirian finansial, menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

BACA JUGA  JCN, Ahmad Luthfi Dinobatkan Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia

Warga Peduli Lingkungan

Semangat kemandirian di Kampung Mandiri Cepoko Mulyo juga diwujudkan melalui kegiatan gotong royong menjaga kebersihan, kenyamanan dan keindahan lingkungan.

Warga secara bersama-sama melakukan pembersihan jalan, selokan, fasilitas umum, lingkungan rumah, hingga area produksi UMKM. Selain itu, dikembangkan program “Menanam 1.000 Sereh” dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan yang tersedia.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga mendukung kegiatan produksi UMKM, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kualitas produk makanan.

Kehidupan sosial masyarakat menjadi bagian penting dalam Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Semangat kebersamaan, gotong royong, musyawarah dan kepedulian terhadap sesama diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial.

Salah satunya melalui kegiatan Jumat Berkah, berupa pembagian makanan dan kupon makan gratis, termasuk program makan gratis di Warung Soto Mbak Tatik.

BACA JUGA  Kolaboratif Budaya dan Pariwisata Jadi Kunci Agar Tradisi Tetap Hidup Sekaligus Relevan Dengan Perkembangan Jaman

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian, empati, solidaritas dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Sementara di bidang keagamaan, GWB secara berkala menggelar kajian dengan menghadirkan ustadz atau ustadzah. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun kebersamaan masyarakat.

Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian Kampung Mandiri Cepoko Mulyo. Masyarakat mendapatkan pelatihan, pembinaan dan kesempatan berbagi pengalaman dalam bidang produksi, pemasaran, teknologi digital, pengelolaan usaha serta keamanan pangan.

Ke depan, pengembangan Kampung Mandiri Cepoko Mulyo diarahkan pada penguatan sektor ekonomi, sosial, lingkungan dan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pemasaran dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga masyarakat, pelaku usaha dan pihak terkait, dengan tetap menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. (Naharudin)

Komentar