Portalika.com [SOLO] – Menteri Pertahanan RI 2000-2001, Mahfud MD menegaskan beberapa waktu lalu sebelum menjadi presiden, Presiden Prabowo Subianto pernah menyebutkan bahwa tahun 2030 Indonesia bisa bubar.
Ini bisa terjadi jika berbagai persoalan serius atau berbagai paradoks negatif di Indonesia tak dibenahi dengan baik.
“Pak Prabowo juga pernah berpidato tentang bubarnya negara. Intinya pidato Pak Prabowo tahun 2018 menyebutkan bahwa tahun 2030 Indonesia akan bubar,” ujar Mahfud saat menghadiri Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-45 atau Lustrum IX Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng, di Auditorium Unisri, Sabtu 21 Juni 2025.
Hadir pada acara itu antara lain, tokoh nasional Prof Dr Moh Mahfud MD yang juga Menteri Pertahanan RI 2000-2001; Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani dan beberapa pejabat lain.
Dalam orasi ilmiahnya saat menerima penghargaan Bakti Justisia dari Unisri bertajuk Meluruskan Perjalanan Reformasi untuk Memuluskan Jalan menuju Indonesia Emas, Mahfud mengungkapkan beberapa hal menarik.
Dia menyarankan agar para pejabat membaca buku berjudul Paradoks Indonesia. Buku yang ditulis Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai sangat brilian. Selain bahasanya enak, isinya juga mengena semua sektor.
“Menurut saya intinya ada dua, kita secara ekonomi menyimpang dari Undang-Undang Dasar. Secara politik kita sudah tidak ikut demokrasi Pancasila,” ungkap dia yang juga pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
Menurut Prabowo, kata Mahfud MD, saat ini yang terjadi di Indonesia adalah sudah ikut demokrasi jual beli dan demokrasi oligarki. Dalam bukunya, Prabowo secara eksplisit menyebut bahwa hal tersebut sudah sistematis.
Dia mencontohkan, suara bisa dibeli, hasil survei juga bisa dibeli dan sebagainya. Mahfud menegaskan, orang tidak perlu takut menyatakan fakta-fakta tersebut.
Sebab berbagai hal itu dinilai bukan sekadar karangan, melainkan resmi ada data, angka dan statistiknya. Dia juga menyarankan agar masyarakat luas membaca buku Prabowo agar Prabowo terbantu membenahinya.
“Kalau Indonesia masih membiarkan paradoks-paradoks seperti ini tahun 2030 Indonesia bubar,” ujar Mahfud.
Reformasi Perlu Diluruskan
Mahfud menilai reformasi di Indonesia perlu diluruskan. Indonesia pernah terjerumus krisis akut karena KKN–orde baru tidak menerapkan sistem merit–; terjadi reformasi pada 1998; agenda waktu itu berantas KKN, amandemen konstitusi, supremasi hukum, penghapusan dwifungsi dan otonomi daerah.
Karena itu dia mengingatkan agar menepikan tindak kesewenang-wenangan karena demokrasi mencari jalannya sendiri.
“Sejarah membuktikan jika rakyat ditekan oleh kekuatan otoriter, KKN dan lain-lain, akan menemukan jalannya sendiri,” ungkap dia.
Dia mengutarakan Presiden Prabowo melalui bukunya pada 2017 memaparkan gejala paradoks dan penyimpangan. Indonesia dinilai negara kaya tetapi rakyatnya miskin, ekonomi dan politik sudah menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 sehingga harus ada langkah-langkah yang efektif.
Beberapa paradoks yang dipaparkan, ekonomi sesuai buku Presiden Prabowo berupa angka kemiskinan 8,7% atau 24,06 juta jiwa versi BPS atau 60,3% versi Bank Dunia, indeks gini ratio mencapai 0,381; ratio lahan 0,67; 10% orang terkaya kuasai 77% kekayaan nasional; uang penguasa Indonesia di luar negeri mecapai Rp11.400 triliun sedangkan APBN Indonesia hanya Rp2.000 triliun.
“Paradoks politik yang dimaksud Presiden Prabowo, yaitu politik kita sudah di simpang jalan, dikuasai oligarki, suap menyuap di berbagai lini, pejabat bisa disuap dan dibeli, survei bisa dipesan dan sebagainya,” tegas Mahfud.
Di luar paradoks yang ditulis Prabowo, Mahfud mengatakan ada paradoks lain yang ditemui, di antaranya kleptokrasi berupa sistem pemerintahan di mana para pejabat menggunakan kekuasaan mereka untuk memperkaya diri sendiri dengan mencuri kekayaan negara dan merugikan rakyat.
Bongkar Korupsi Besar
Hal lain yang disorotinya adalah soal autocratic legalism dengan penguasa membuat aturan, mengubah aturan dan mengajukan judicial review untuk delegasi peraturan.
Berbagai persoalan itu jika dibiarkan bisa membuat negara bubar pada 2030. Analisis Prabowo itu, kata Mahfud, di antaranya mendasarkan referensi dalam buku novel rujukan berjudul ghost fleet.
Namun Mahfud sekarang secara objektif melihat pemerintahan Prabowo, telah membenahi satu persatu berbagai permasalahan yang ada. Sekarang korupsi-korupsi besar di Indonesia dibongkar satu persatu.
Contohnya seperti nikel, pertamina, pagar laut, Raja Ampat. Selain itu Prabowo juga sudah mulai mengambil alih hutan-hutan yang dikuasai pihak tertentu, sehingga sudah jutaan hektare lahan yang semula dikuasai pihak tertentu berhasil diambil alih negara.
Namun Mahfud melihat masih banyak hambatan yang harus diselesaikan karena masih banyak korupsi di berbagai bidang.
“Sekarang juga tidak ada lagi penangkapan-penangkapan politik, sehingga orang beda politik dengan pemerintah tidak ditangkap,” katanya.
Kendati demikian Mahfud mengakui masih ada teror. Dia mencontohkan mahasiswa yang mengadakan seminar didatangi polisi atau diteror pihak lain.
Dia berharap kondisi baik ini tetap berlangsung sehingga dengan prasangka baik sebagai anak bangsa dia optimistis Prabowo bisa meluruskan paradoks-paradoks itu.
Karena Prabowo sendiri yang dinilai mengindentifikasi masa lalu bukan orang lain. “Untuk itu kita berdoa semoga semua berjalan lancar sehingga tahun 2045 Indonesia akan menjadi Indonesia emas,” tegas Mahfud.
Universitas Berkualitas Di Asia Tenggara
Di bagian lain Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani, mengatakan lustrum IX Unisri bukanlah pencapaian yang mudah. Ini adalah hasil dari ketekunan, kerja keras dan dedikasi yang tidak ada hentinya dari seluruh keluarga besar Unisri dalam membangun lembaga pendidikan yang unggul, adaptif dan kontributif bagi bangsa.
“Peringatan lustrum hari ini jangan hanya dijadikan sebagai sebuah momentum retrospeksi, tetapi juga sebagai bagian dari refleksi dan juga proyeksi. Bagaimana Unisri mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan masa kini dan masa depan, serta bagaimana menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, khususnya di Kota Surakarta,” ujar Astrid.
“Kami berharap melalui rapat terbuka senat hari ini akan lahir pemikiran strategis, kebijakan akademik yang visioner dan sinergi lintas sektor yang akan menguatkan peran universitas dalam membangun ekosistem kota yang cerdas, inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.
Sementara itu Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi Prof Mahfud MD. Dia juga menyerahkan penghargaan Bakti Justisia atas dedikasinya di bidang hukum dan demokrasi.
Sutoyo mengungkapkan Unisri terus mengarah menjadi universitas berkualitas di Asia Tenggara berbasis nilai-nilai Pancasila dan Slamet Riyadi dengan lima misi strategis, misi itu yakni:
* Pendidikan berbasis Outcome Based Education (OBE)
* Penelitian berbasis integrasi (Research Based Education),
*Pengabdian masyarakat berbasis kewirausahaan sosial
*Inovasi kelembagaan
*Kerja sama global
“Budaya kerja kami disingkat Super yaitu Smart, Unity, Professional, Ethical, Responsibility. Ini menjadi fondasi nilai dalam setiap aspek tata kelola kampus. Unisri saat ini memiliki 6 fakultas dan 18 program studi [15 jenjang S1 dan 3 S2],” papar.
Namun dalam waktu dekat, Unisri juga akan membuka program studi baru seperti Bisnis Digital, Teknologi Informasi, Data Sains, serta program S2 di bidang Kenotariatan dan Ilmu Pendidikan.
Pencapaian akademik juga menunjukkan tren positif, di antaranya memiliki 7.429 mahasiswa aktif, 171 dosen. Sebanyak 55 di antaranya bergelar doktor dan 26 tengah menempuh S3, serta 123 tenaga kependidikan.
Di bidang penelitian, Unisri mencatat 135 judul dengan dana penelitian lebih dari Rp1 miliar, disertai peningkatan publikasi ilmiah bereputasi. Perluas jejaring, membangun kampus baru serta menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis. (Iskandar)












Komentar