Portalika.com [WONOGIRI] – Kepala SPPG Wonogiri Bulukerto Bulurejo, Nandana Alana Rizki Julian Ananta membantah adanya belatung di sayuran makan bergizi gratis (MBG) yang sempat di upload di media sosial.
“Memang benar ada temuan ulat sayur namun bukan seperti yang di beritakan bahwa itu belatung,” tulisnya saat mengonfirmasi whatsapp dari Portalika News Network, Selasa, 20 Oktober 2026.
Nandana minta maaf jika respon yang dilakukan terlambat karena fokus kunjungan dari DKK dan Satgas SPPG. Dia jelaskan saat kejadian dirinya langsung ke SMK setelah menerima laporan.
“Kemarin [Senin, saat kejadian], setelah saya mendapatkan laporan dari pihak SMK langsung datang dengan Babinsa untuk meminta maaf dan mediasi. Semua juga ditanggapi dengan baik, pihak sekolah pun menyatakan bahwa makanannya aman karena pihak guru pun ikut memakan hidangan tersebut,” jelasnya.
Namun, ujarnya karena ditemukan satu ompreng yang ada ulat di sayur dan ada video yang tersebar, semua menjadi viral. “Itu diluar kendali kami, saya juga langsung koordinasi dengan pihak sekolah dan jajaran forkopicam kemarin. Dan hari ini pihak DKK Wonogiri dan Forkopicam sudah melakukan kunjungan ke SMKN 1 Bulukerto dan ke dapur SPPG Bulurejo. Setelah di cek semuanya aman tidak ada indikasi keracunan,” ujarnya.
Lebih lanjut Nandana menyatakan SPPG telah beroperasi kembali melayani MBG sasaran.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video berisikan makanan di dalam ompreng layaknya digunakan untuk makan bergizi gratis (MBG) jadi pembicaraan siswa. Dalam video tiga siswa berseragam putih biru saling melihat ompreng.
Tak disangka di ompreng itu terlihat dua benda yang diduga ulat menempel di sayuran. “Wis ora marem [sudah tidak menyenangkan],” ucap siswa sambil memegangi ompreng berisikan makanan tersebut.
Siswa lain di video itu terdengar suara “uis set, piye hlo MBG kiiii… [sudah belatung, gimana ya MBG ini… ]. Video itu viral di medsos dan Portalika News Network menerimanya, Senin, 19 Oktober 2026 siang.
Kepala SMKN Bulukerto, Tri Susilowati saat mengonfirmasi anggota Persatuan Jurnalis Wonogiri (PJW) lewat telepon, Selasa, 20 Oktober 2026 membenarkan kejadian itu.
Tri menjelaskan, siswa diminta memfoto atau merekam video jika menemukan sesuatu di dalam makanan program MBG.
“Temuan itu lalu dilaporkan kepada wali kelas atau PIC dan kepada SPPG,” ucapnya.
Setelah menerima laporan, jelasnya, pihak sekolah mengecek dan menemukan ulat seperti yang terlihat dalam unggahan. Menurut Tri, ulat itu sudah mati.
Sekolah kemudian membuka ompreng lain dan tidak menemukan ulat. Karena itu, pihak sekolah menilai ompreng yang lain aman. Tri mengaku sekolah tidak mengetahui video tersebut sudah beredar di media sosial.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG yang juga Wabup Wonogiri, Imron Rizkyarno, menyampaikan satgas didampingi petugas Puskesmas setempat turun melakukan pengecekan. (Triantotus/*)











Komentar