Komisi Irigasi Jateng Dikukuhkan, Tugas Berat Menanti dari Ancaman Kemarau Panjang

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta kepada Komisi Irigasi di wilayahnya agar melakukan pengelolaan air wilayahnya dengan baik. Sebab, kebutuhan air di provinsi ini tinggi lantaran sebagai lumbung pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan saat pengukukuhan Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah periode 2026 – 2029, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 25 Juni 2026.

banner 300x250

Komisi yang beranggotakan 40 orang tersebut, terdiri dari unsur pemerintah provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perwakilan petani, pengguna air, dan sektor-sektor lain.

BACA JUGA  Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan

Sumarno mengatakan, tugas komisi irigasi sangat berat. Sebab, ketersediaan air di Jawa Tengah membutuhkan pengelolaan yang melibatkan banyak stakeholder. Oleh karenanya, koordinasi yang intensif penting untuk dilakukan.

“Dengan Komisi Irigasi ini, sumber daya air yang ada di Jawa Tengah akan dikelola dengan lebih baik,” urainya.

BACA JUGA  Program Speling Hadir, Penyakit Gatal, Stres Hingga Resti Warga Terdampak Rob Sayung Menyingkir

Menurutnya, kalau ketersediaan tidak dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan memicu persoalan.

“Air ini sangat sangat berharga, sehingga butuh manajemen yang baik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kelestarian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kemarau panjang. Karenanya, lembaganya diharapkan mampu menyiapkan sumber daya air yang memang dibutuhkan oleh masyarakat maupun para petani.

BACA JUGA  Bhumi Berdaya: Dari Kemasan hingga QRIS, Unnes Giat 16 Gelar Kelas Pemberdayaan UMKM di Desa Demakijo

“Sebagai lumbung pangan nasional, semoga kita mampu mewujudkan kebutuhan air irigasi, sehingga tidak akan mengalami kesulitan air pada musim tanam,” tandasnya.

Apalagi, kata dia, Jawa Tengah memiliki banyak embung dan saluran irigasi yang bisa dikelola untuk kebutuhan pertanian. (*)

Editor: Triantotus

Komentar