Portalika.com [SRAGEN] – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba dilakukan oleh San Yudika Ero Hutabarat dan Aprilia Dwi Rahayu selaku Mahasiswa dari Fakultas Hukum sebagai Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melalui kegiatan sosialisasi edukatif di SD Negeri 2 Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Demi Masa Depan Anak-Anak tersebut dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 09.30 –11.00 WIB. Sebanyak 40 siswa kelas III, IV, V dan VI mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif dan komunikatif.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan di Desa Jenar. Kegiatan dirancang sebagai upaya preventif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun karakter positif, menjaga kesehatan, memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa kepada para siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, mahasiswa kemudian mengajak peserta mengikuti kegiatan ice breaking. Suasana semakin interaktif ketika siswa diajak mengikuti permainan edukatif “Tebak Rambu” yang didampingi oleh Kapolsek Jenar.
Melalui permainan tersebut, para siswa diajak mengenali dan membedakan simbol-simbol rambu lalu lintas sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis. Metode permainan dipilih agar penyampaian pesan edukasi dapat diterima siswa dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak-anak.
Setelah sesi permainan, mahasiswa menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba serta pentingnya membangun karakter positif sejak dini. Materi juga menekankan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, kesadaran terhadap kesehatan, serta keberanian dalam mengambil keputusan yang tepat.
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan mendorong mereka untuk aktif selama kegiatan.
Antusiasme siswa terlihat ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta berani mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat terkait materi yang diberikan.
Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang terlihat malu untuk berbicara di depan kelas, sebagian besar peserta menunjukkan keberanian dalam menjawab pertanyaan dan membagikan pengalaman mereka.
Mahasiswa KKN menilai metode pembelajaran yang interaktif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga perhatian siswa. Selain penyampaian materi, penggunaan ice breaking, permainan, diskusi, serta contoh konkret membuat suasana pembelajaran lebih hidup.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada anak-anak mengenai bahaya narkoba, tetapi juga membentuk karakter yang dapat menjadi bekal mereka dalam kehidupan sehari-hari,” demikian inti tujuan kegiatan sebagaimana dirumuskan dalam laporan pelaksanaan KKN.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pihak SD Negeri 2 Jenar dan Kapolsek Jenar. Kerja sama antara mahasiswa, pihak sekolah, dan unsur kepolisian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan edukasi kepada peserta didik.
Berdasarkan hasil kegiatan, para siswa dinilai mampu memahami materi yang disampaikan dan menunjukkan antusiasme selama mengikuti rangkaian acara. Kegiatan juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengenai tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, serta pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi hal-hal yang dapat membahayakan masa depan mereka.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Sementara bagi sekolah, kegiatan ini menjadi salah satu dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat.
Mahasiswa berharap edukasi mengenai pencegahan bahaya narkoba dan penguatan karakter dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai risiko narkoba, tetapi juga memiliki karakter dan keberanian untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan mereka.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Desa Jenar, khususnya melalui penguatan karakter dan kesadaran generasi muda sejak usia sekolah. (*)
Editor: Suryono











Komentar