Portalika.com [ACEH BESAR] – Mawardi Nur resmi ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Besar Organisasi Alumni dan Ex Santri Madrasah Ulumul Quran (PB Oralexismuq) periode 2026–2029. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) IX PB Oralexismuq yang digelar di Aula MPU Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Sabtu, 7 November 2026.
Ketua Panitia Mubes, Dayat menjelaskan, keputusan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam Mubes IX yang mempertemukan alumni dan ex-santri Madrasah Ulumul Quran dari berbagai daerah.
Menurutnya, melalui forum musyawarah tersebut, Mawardi Nur memperoleh mandat untuk memimpin organisasi dan melanjutkan agenda penguatan peran alumni selama tiga tahun ke depan.
Selain menetapkan Ketua Umum, ujarnya, Mubes IX juga memilih Isnaini Husda sebagai Ketua Dewan Majelis Leting. Kedua keputusan tersebut menjadi bagian dari agenda reorganisasi untuk memperkuat kepemimpinan dan tata kelola PB Oralexismuq.
Dia ceritakan, madrasah Ulumul Qur’an Langsa merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang di Aceh. Lembaga tersebut telah melahirkan 40 angkatan alumni dengan jumlah lulusan diperkirakan mencapai 15.000 orang.
“Para alumni kini berkiprah di berbagai wilayah Indonesia hingga sejumlah negara. Potensi jaringan alumni tersebut menjadi salah satu modal organisasi dalam memperluas kerja sama dan kontribusi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, pemerintahan, sosial, ekonomi, serta pembangunan masyarakat,” jelasnya.
Mubes IX PB Oralexismuq tahun ini mengangkat tema “From Knowledge to Impact” dengan semangat “Berilmu, Bersatu, Bermanfaat”.
Tema tersebut menekankan pentingnya mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi karya serta pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Selain menjadi forum pemilihan kepemimpinan, Mubes IX juga membahas keberlanjutan organisasi, penguatan hubungan antargenerasi, serta arah program kerja untuk periode mendatang.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru, PB Oralexismuq diharapkan mampu meningkatkan konsolidasi organisasi dan memperkuat hubungan antarlulusan yang selama ini tersebar di berbagai daerah dan luar negeri.
Kepengurusan periode 2026–2029 selanjutnya dihadapkan pada agenda mengoptimalkan potensi sumber daya alumni agar dapat memberikan kontribusi lebih luas, baik bagi organisasi, masyarakat, maupun pembangunan Aceh. (Putra/*)
Editor: Triantotus











Komentar