Portalika.com [SURAKARTA] — Sejumlah fotografer dari 10 negara dijadwalkan bakal pamer karya pada Solo Photo Festival (SPF) 2026 di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng pada 9–11 November 2026.
Karya fotografer dari 10 negara yang akan diikutkan SPF dengan tema “Art and Society: Blow Up” ini datang dari Slovenia, Ukraina, Australia, Taiwan, Portugal, Prancis, Uzbekistan, Jerman, dan India dan karya fotografer dari berbagai kota di Indonesia.
Siaran pers yang diterima belum lama ini menyebutkan, kegiatan ini digelar oleh Program Studi Fotografi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Solo bersama alumni dan mahasiswa, SPF 2026 menghadirkan ruang perjumpaan bagi fotografer, seniman, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum.
Pameran utama di kawasan Pendapa dan Teater Kapal Kampus 1 ISI Solo menjadi titik temu beragam pengalaman, latar budaya, dan cara pandang melalui fotografi.
Disebutkan, tema “Art and Society: Blow Up” berangkat dari gagasan untuk memperbesar perhatian terhadap realitas yang kerap luput dari pandangan sehari-hari.
Istilah blow up, yang dalam fotografi berkaitan dengan pembesaran gambar, digunakan sebagai pijakan untuk melihat lebih dekat persoalan sosial, budaya, dan lingkungan serta hubungan manusia di dalamnya.
Melalui tema tersebut, fotografi ditempatkan sebagai medium artistik sekaligus sarana membaca kehidupan masyarakat. Sebuah foto dapat merekam peristiwa, menyimpan ingatan, dan membuka percakapan tentang pengalaman yang berbeda.
Festival ini mengajak pengunjung memperhatikan hubungan antara gambar, pembuatnya, dan realitas yang melatarbelakangi penciptaan karya.
Partisipasi fotografer Nusantara dan mancanegara memperluas ruang percakapan itu. Karya dari berbagai wilayah membuka kesempatan bagi publik untuk menjumpai perspektif yang tumbuh dari konteks sosial dan budaya yang beragam.
Dalam pertemuan tersebut, pengalaman lokal dapat dibaca berdampingan dengan pengalaman dari belahan dunia lain.
Memasuki tahun ke-13 penyelenggaraannya, SPF terus mengembangkan perannya sebagai ruang apresiasi dan pertukaran gagasan fotografi. Keterlibatan mahasiswa, alumni, praktisi, serta jejaring internasional menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran di kampus dengan praktik seni dan kehidupan masyarakat.
Lokakarya Fotografi
Rangkaian SPF 2026 menempatkan pameran fotografi sebagai pusat kegiatan, didampingi program yang membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal proses kreatif dan berbagai bentuk penyajian karya.
Program artist talk menghadirkan percakapan tentang gagasan dan pengalaman berkarya, sementara public lecture menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara seniman, praktisi, dan audiens.
Lokakarya fotografi melengkapi rangkaian tersebut melalui pembelajaran praktik dan pembahasan fotografi.
Pengunjung juga dapat menjumpai projection exhibition, yang mengeksplorasi penyajian visual melalui proyeksi digital, serta photobook & zine exhibition, yang menampilkan buku fotografi dan publikasi independen sebagai medium bercerita.
Kehadiran program-program ini memperlihatkan bagaimana karya fotografi dapat dialami melalui ruang pamer, layar, maupun halaman buku.
Expo komunitas fotografi dan bazar UMKM lokal turut menjadi bagian dari festival. Rangkaian kegiatan akan ditutup melalui closing night dengan penampilan musik.
Melalui “Art and Society: Blow Up”, SPF 2026 mengundang masyarakat untuk mendekat pada fotografi dan percakapan yang dibawanya: bagaimana manusia melihat lingkungannya, menyimpan pengalaman, serta memahami kehidupan bersama.
Selama tiga hari, kampus menjadi ruang pertemuan antara karya, gagasan, dan publik. (Iskandar)











Komentar