Kolaborasi 123 Kampus dan Alumni, Ahmad Luthfi Buka Pintu Pengabdian UGM di Jateng

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka ruang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah.

Mahasiswa hingga alumni diharapkan tidak hanya berkontribusi melalui pemikiran akademis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

banner 300x250

Ajakan itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat bertemu Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Tengah, serta kontingen Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39 UGM di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 5 November 2026.

“Kami tunggu pengabdian mahasiswa dan alumni UGM untuk masyarakat Jawa Tengah. Sudah ada contohnya, di Pemprov Jateng ini banyak juga anggota Kagama,” kata Luthfi.

Menurut dia, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi yang memiliki kapasitas riset, kajian ilmiah, pengembangan teknologi tepat guna, hingga pendampingan masyarakat.

BACA JUGA  Magang di Solo Technopark, Mahasiswa Unisri Peroleh Pengalaman Kerja

Terlebih, tantangan pembangunan Jawa Tengah masih cukup beragam. Mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga menjaga ketahanan pangan.

Karena itu, Luthfi mendorong agar potensi akademisi dan jaringan alumni perguruan tinggi dapat dihubungkan dengan kebutuhan riil masyarakat. Hasil penelitian dan inovasi kampus diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademis, tetapi bisa diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan.

“Pemprov Jateng sudah menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan 123 perguruan tinggi. Gubernur tidak dapat melakukan kegiatan tanpa 35 kabupaten/kota, akademisi perguruan tinggi, wirausaha, serta seluruh tokoh di masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Wonogiri Minta Hukum Ditegakkan Terhadap Pelaku Anarkistis Demo Mayday di Semarang

Ia menyebut, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari semangat collaborative government yang menjadi pendekatan Pemprov Jateng dalam menjalankan pembangunan. Semangat itu sekaligus menjadi perwujudan gotong royong dengan melibatkan seluruh potensi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Jawa Tengah pada 2026. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,82 persen atau di atas rata-rata nasional. Sementara angka kemiskinan turun menjadi 9,21 persen dan realisasi investasi telah melampaui Rp 72 triliun per Oktober 2026.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak. Ke depan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan penting agar pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi juga diikuti peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

BACA JUGA  Nasbung Bukti Kemanunggalan TNI dan Warga Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung Garuda

Perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan balai latihan kerja memiliki peran strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia menyambut baik pertemuan tersebut. Ia berharap forum silaturahmi antara pemerintah daerah, mahasiswa, dosen, dan alumni dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Forum ini menjadi perekat kita semua. Mahasiswa UGM itu sekitar 63 ribu, yang hadir di sini hampir 200 orang dan mereka adalah orang-orang terpilih yang telah mengikuti seleksi,” kata Ova.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi dapat melahirkan kontribusi nyata bagi civitas akademika UGM, masyarakat, dan bangsa Indonesia. (Hmjt/*)

Editor: Triantotus

Komentar