P3-TGAI di Wonogiri Selamatkan Lahan Pertanian 2.661,5 Hektare, Guna Dukung Ketahanan Pangan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare di Wonogiri terselamatkan dengan adanya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) 2026 di 93 titik tersebar di kecamatan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan TARU) Kabupaten Wonogiri, Endah Aryuningsih Tri Rahajeng, ST, MT mewakili Kepala Dinas PU dan TARU Wonogiri, Ir Prihadi Ariyanto, MT, belum lama ini.

banner 300x250

Dia mengatakan program tersebut telah selesai dikerjakan. P3-TGAI merupakan program yang diluncurkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sebagai bagian dari upaya memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung ketahanan pangan.

BACA JUGA  Bidik PT Berkualitas Di Asteng, Unisri Teken MoU Dengan 15 Mitra Kerja Sama

Sebelumnya, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr Ir Gatut Bayuadji, SSi, MT, menyebut P3-TGAI sebagai program padat karya yang melibatkan petani dalam pelaksanaan kegiatan.

Menurut Gatut, pemerintah melalui BBWS Bengawan Solo terus melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi melalui berbagai program, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 dan P3-TGAI.

Salah satu lokasi penerima manfaat di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno. Saat ini, masyarakat setempat masih menghadapi keterbatasan akses air irigasi, terutama saat musim kemarau. Kondisi jaringan irigasi yang belum optimal memengaruhi produktivitas pertanian.

Ketua Kelompok Tani Maju Sempurna sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kadiyo, mengatakan P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola dengan pendekatan padat karya.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Perkenalkan Teknologi Kondensasi Tangkap Uap Dingin Jadi Air untuk Atasi Kekeringan

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi petani, baik dalam meningkatkan produktivitas pertanian maupun membuka tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui pelaksanaan pekerjaan secara padat karya.

Kadiyo berharap program P3-TGAI dapat kembali direalisasikan di wilayahnya karena mayoritas masyarakat masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, khususnya padi, palawija, dan hortikultura.

Sementara itu, Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo, SH, mengatakan P3-TGAI diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kemandirian pangan.

Kelompok Tani di Dusun Garon menjadi salah satu penerima manfaat program. Dengan adanya penambahan jaringan irigasi tersier, luas lahan yang dapat ditanami diharapkan meningkat dari sebelumnya kurang dari 10 hektare menjadi sekitar 15–20 hektare.

BACA JUGA  Jalur Maut Selogiri Makan Korban, Satu Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia

Peningkatan luas tanam tersebut diharapkan memungkinkan petani melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun, termasuk pada musim kemarau.

Sukiyo berharap peningkatan produktivitas dan luas tanam tersebut dapat berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.

“P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, sebagai wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” ujarnya. (Triantotus)

Komentar