Portalika.com [JAKARTA]–Keberhasilan pertahanan udara tidak hanya bergantung pada kemampuan setiap unsur, tetapi juga pada kesiapan personel untuk bekerja secara terpadu dalam satu sistem komando dan pengendalian. Untuk memastikan kesiapan tersebut dibangun sejak tahap pendidikan, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P., meninjau fasilitas pendidikan Wingdik 700/Hanud, Selasa, 29 September 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Pangkohanudnas meninjau Air Defense System Simulator (ADSS), Air Defense Battle Training Simulator (ADBTS), Electronic Warfare Simulator (EWS), Laboratorium Pernika dan Laboratorium Penyajian Data (Lab Jianta). Berbagai fasilitas ini mendukung pembentukan kemampuan personel dalam pengoperasian sistem pertahanan udara, peperangan elektronika serta pengolahan informasi untuk mendukung pelaksanaan operasi.
ADBTS menjadi salah satu fasilitas penting karena memungkinkan peserta didik memahami keterkaitan sensor, komando dan pengendalian serta unsur penindak dari matra darat, laut dan udara. Melalui simulasi terpadu, personel dilatih memahami situasi udara, bertukar informasi dan berkoordinasi antarmatra untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi pemanfaatan fasilitas, kualitas skenario latihan serta kebutuhan pemeliharaan dan pengembangan simulator agar selaras dengan perkembangan teknologi dan tuntutan operasi. Didukung tenaga pendidik yang kompeten dan latihan terintegrasi, Wingdik 700/Hanud diharapkan mampu menyiapkan personel profesional yang siap memperkuat pertahanan udara nasional.
Turut mendampingi Pangkohanudnas, Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., serta para pejabat Kohanudnas dan Kodiklatau. (Yulianto)











Komentar