Portalika.com [JAKARTA] – Indonesia menurunkan 20 pebulutangkis muda untuk SEA Games Thailand 2025. Tim terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri.
PP PBSI menargetkan satu medali emas melalui skuad muda ini. Harapan utama tertumpu pada tunggal putri Putri Kusuma Wardani.
Putri saat ini menempati peringkat ke-7 dunia. Prestasinya sepanjang 2025 semakin meningkat signifikan.
Ia menembus semifinal Thailand Masters, Swiss Open, dan Korea Open. Pencapaian puncaknya adalah medali perunggu di World Championships 2025.
“Saya melihat Putri bisa bertambah percaya diri,” ucap Kepala Bidang Pembinaan PBSI Eng Hian dilansir laman pbdjarum official, Sabtu, 1 November 2025. Kemenangan di kejuaraan dunia meningkatkan performanya.
“Saya berharap dia bisa menjadi motor yang baik,” ujar. Eng Hian mengatakan, target emas di kejuaraan perorangan menjadi fokus utama.
Menurutnya, tantangan datang dari Thailand dan Malaysia yang menurunkan kekuatan penuh. Thailand mengandalkan Kunlavut Vitidsarn dan ganda campuran unggulan.
Selain itu, Malaysia juga menghadirkan pemain terbaik seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Persaingan merebut emas diprediksi sangat ketat.
Untuk itu, katanya, regenerasi menjadi langkah penting bagi PBSI. Keikutsertaan atlet muda bertujuan menambah pengalaman berharga.
“Saya berharap para pemain muda ini dapat memanfaatkan kesempatan. Mereka diharap bisa bermain tanpa beban,” ucap Eng Hian.
Posisi underdog menjadi keuntungan psikologis bagi tim Indonesia. Tekanan lebih besar justru ada di tim tuan rumah.
PBSI mengambil langkah strategis menurunkan skuad mudanya di SEA Games 2025 Thailand, 7-14 Desember 2025. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari program regenerasi sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk memiliki pengalaman internasional.
Tim Indonesia menempatkan 10 atlet putra dan 10 atlet putri ke dalam skuad list SEA Games 2025. Sejumlah nama seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Jafar/Felisha, Raymond/Joaquin masuk ke dalam skuad list.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan, Indonesia menurunkan kekuatan penuh dalam SEA Games tahun ini. Langkah ini diambil supaya pemain muda merasakan tekanan, atmosfer multievent, dan mengasah mental baik di turnamen perorangan maupun beregu.
“Long-list sudah dikirim sejak beberapa bulan yang lalu. SEA Games kali ini bagi kami akan menjadi kejuaraan multievent untuk proses regenerasi para pemain muda Indonesia,” ujar Eng Hian.
“Para pemain muda butuh pengalaman bertanding dan jam terbang yang bervariasi sebagai salah satu proses menuju tingkat kematangan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk mengirimkan mereka ke turnamen yang berbeda dari biasanya ke turnamen multievent.” (rri.co.id)
Editor: Triantotus












Komentar