Pengurus DPP GMPD Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Minta Pemuda Bergerak, Desa Berdaya

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Dalam rangka memperkuat pemahaman dan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, keadilan agraria, serta penguatan ketahanan nasional, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan ini didahului dengan pengukuhan Pengurus DPP GMPD (Gerakan Muda Pemerhati Desa) oleh Dr Drs Amran, MT sebagai Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara (Waskoban), Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri yang bertempat di Operational Room, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendes PDT RI), Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Oktober 2026.

banner 300x250

Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan, SPdI, MM menyampaikan harapan setelah pengurus dilantik.

“Pelantikan hari ini bukan sekadar seremonial, lebih dari itu pelantikan ini merupakan momentum untuk meneguhkan komitmen, dan memperkuat kesadaran membangun pengabdian kepada masyarakat. GMPD ini harus sebagai wadah perjuangan yang peduli, Kritis, solutif, dan berorientasi pada kemajuan desa,” ungkap Wahyu Irawan

“Kita menyadari bahwa desa merupakan pondasi pembangunan nasional. Kemajuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Kami berpesan kepada Pengurus yang dilantik agar tetap memegang amanah, integritas, loyalitas terhadap organisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, mari kita tinggalkan ego sektoral. Tetap jaga nama baik organisasi, dan perkuat solidaritas,” tambahnya

BACA JUGA  Kelompok 07 KKN Unisri Gelar Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah di Desa Glagah

Hadir sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Kebangsaan tersebut Dr Drs Amran, MT (Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara, Kemendagri), yang menekankan beberapa poin penting.

“Ada dua hal di Gerakan Muda Pemerhati Desa, yang pertama Gerakan Muda. Berdasarkan UU Kepemudaan sampai umur 30 tahun, namun semangat muda itu, tidak pernah lepas, walaupun sudah lewat 30 Tahun tetap jiwa muda. Yang kedua Pemerhati Desa. Desa sebagai Fondasi Bangsa. Desa di Indonesia memiliki jumlah yang banyak, tetapi kita jangan juga memahami desa hanya yang berhubungan dengan wilayah agraris,” katanya.

“Seperti di wilayah Sentul City, itu merupakan perkotaan, tapi statusnya Desa, dan PIK [Pantai Indah Kapuk] itu adalah Desa, yang sebagian masuk ke kabupaten Tangerang, dan dibeberapa wilayah metropolitan sebagai penyangga Jabodetabekjur, dimana tidak semuanya menjadi Kota, ada Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur. Itu Wilayahnya adalah Desa tapi sudah Perkotaan. Ini tantangan kita kedepan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tahanan Polres Sukoharjo Keluhkan Penyakit Flu Dan Batuk. Dokkes Berikan Pengobatan

“Bung Karno pernah berpesan: Beri Saya 10 Pemuda, maka akan saya Guncang Dunia. Kalau hari ini ada beberapa pemuda yang ingin memberikan perhatian besar kepada Desa, maka saya yakin Negara Maju Akan bisa tercapai, namun PR kita sangat besar, organisasi ini jangan hanya sekedar sebagai Pemerhati, tapi juga harus membangun,” harapnya.

Sementara itu, Prof Dr Hj Sylviana Murni, SH, MSi, Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI menyampaikan paparannya pada pemuda harus ada di setiap lini, dan jangan pernah berhenti belajar.

“Pemuda harus punya peran dimana-mana, untuk itu pemuda harus belajar terus tidak boleh berhenti sampai ke liang lahat, karena pesan pertama bagi kami [Muslim], adalah Iqra, yang artinya baca/belajar. Pemuda jangan sampai ada yang malas belajar. Pemuda juga harus bangun Pentahelix untuk mewujudkan Indonesia Emas,” tegas Prof Dr Hj Sylviana Murni yang akrab disapa Mpok Silvi.

BACA JUGA  Masih Dilanda Banjir, Pelayanan Publik di Pati Harus Tetap Jalan

Ketua KPU Jakarta Selatan, Muhammad Taqiyuddin menyampaikan beberapa hal yang dirasa perlu menjadi perhatian, bahwa masyarakat adat masih banyak yang belum mempunyai KTP, seperti Suku Badui. Ini menjadi tantangan bagi GMPD kedepan bagaimana bisa berperan.

Disela-sela diskusi yang di moderatori Syurya Muhammad Nur, SPd, MSi (dosen Univ Esa Unggul/Pengurus DPP GMPD) tersebut, Wakil Menteri Desa PDT RI, Ir Ahmad Riza Patria, MBA melalui saluran zoom menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik, dan menyampaikan harapan agar DPP GMPD dapat berkontribusi konkrit mengabdi dan bergerak ditengah-tengah masyarakat desa. Pemuda Bergerak, Desa Berdaya, Indonesia Jaya.

Sebelum diskusi dilaksanakan dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPP GMPD dan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan bersama Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof Dr Hj Silviana Purwanti, SH, MSi. (Megy Aidillova/*)

Editor: Suryono

Komentar