Peringati Dies Natalis ke-79 HMI, Majelis Daerah Kahmi Solo Selenggarakan Diskusi dan Jalan Sehat

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD Kahmi) Kota Solo akan menyelenggarakan dua kegiatan untuk memperingati Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang jatuh pada tanggal 5 Februari.

Dua kegiatan acara ini diselenggarakan oleh MD Kahmi bersama Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Soloraya, dan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta. Koordinator Presidium MD Kahmi Kota Solo, Prof Agung Nur Probohudono, menjelaskan dua kegiatan tersebut pertama Refleksi dan Diskusi Harlah yang akan diselenggarakan pada Kamis, 5 Februari 2026 malam pukul 20.00 WIB di Kantor HMI Cabang Solo, Jl Yosodipuro No 81, Kota Solo.

banner 300x250

Pada malam refleksi ini akan diisi diskusi dengan tema “Reproduksi Habitus Populisme Keislaman di Surakarta”. Sebagai pemantik diskusi adalah Dr Okta Hadi Nurcahyono. Sedangkan sebagai penanggap diskusi adalah Nurul Khawari, dengan moderator Agus Sulistyo.

Tema diskusi merupakan materi disertasi karya Okta Hadi Nurcahyono dengan judul “Populisme Keislaman dalam Reproduksi Habitus Intoleransi pada Institusi Pendidikan: Studi Sekolah Menengah Atas di Eks-Karesidenan Surakarta”. Okta Hadi Nurcahyono baru saja dikukuhkan menjadi doktor Sosiologi Universitas Indonesia (UI) pada Selasa, 6 Januari 2026 di Kampus UI Depok.

Okta Hadi Nurcahyono menambahkan pada diskusi tersebut dia akan mengurai fenomena reproduksi populisme keislaman di Surakarta. Populisme keislaman adalah semacam gerakan keislaman dan politik yang lebih menitikberatkan pada identitas keislaman. Surakarta menjadi salah satu pusat gerakan Islam di Indonesia, sehingga tema ini akan menarik untuk didiskusikan.

Agung Nur Probohudono melanjutkan, untuk acara kedua adalah Jalan Sehat HMI pada Minggu, 8 Februari 2026 pagi mulai pukul 06.00. Start dan finis jalan sehat akan terpusat di kantor HMI Cabang Surakarta.

Rute jalan sehat pun akan tidak jauh dari kompleks kantor tersebut. “Jalan sehat ini akan diikuti oleh anggota KAHMI, anggota Forhati dan aktivis HMI Cabang Solo,” jelasnya.

Acara jalan sehat ini juga akan dirangkai dengan penyerahan dana bantuan untuk pemulihan korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara dan Aceh. Dana tersebut dikumpulkan dari anggota Kahmi, Forhati dan aktivis HMI Cabang Solo.

“Jumlahnya tidak banyak. Tapi semangatnya adalah untuk membantu para korban bencana,” jelasnya.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Yayasan Dana Sosial Al-Falah. Acara jalan sehat ditutup dengan refleksi Dies Natalis ke-79 HMI. Para senior Kahmi secara bergantian memberikan refleksi kepada para yunior di HMI.

HMI didirikan oleh Lafran Pane bersama 14 aktivis mahasiswa Islam di Jogja pada 5 Februari 1947 atau 14 Rabiul Awal 1366 H. Organisasi yang dideklarasikan para mahasiswa di kampus Sekolah Tinggi Islam (sekarang UII) ini bertujuan untuk mewadahi para mahasiswa yang berwawasan nasionalis-religius.

HMI juga didirikan untuk ikut mempertahankan kemerdekaan RI. Pada Dies Natalis ke-79 HMI ini mengambil tema “Khidmat HMI untuk Indonesia”. (Rahadi/*)
Editor: Triantotus

Komentar