Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Capai Rp160 Miliar

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG[ – Sebuah perusahaan asal Tiongkok, PT Foshan Jinke bakal menanamkan investasi berupa proyek air minum di Jawa Tengah. Investasi itu akan ditanamkan di Kabupaten Boyolali, dengan nilai mencapai Rp160 miliar.

Hal itu mengemuka saat perwakilan PT PT Foshan Jinke melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di Semarang pada Kamis, 15 Januari 2026.

banner 300x250

Rencana investasi tersebut telah memasuki tahap pematangan. PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) sebelumnya telah meninjau sejumlah titik sumber mata air di Jawa Tengah. Dari enam lokasi yang disurvei, Boyolali menjadi salah satu titik yang paling diminati, karena sumber mata airnya dinilai ideal dan jauh dari kawasan permukiman.

BACA JUGA  BMKG Peringatkan Kekeringan Hingga September, Taj Yasin Dorong Modifikasi Cuaca di 14 Daerah

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengatakan, investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, pada prinsipnya mendukung penuh investasi tersebut selama seluruh prosesnya mematuhi aturan yang berlaku.

“Yang penting sesuai dengan regulasi. Selain itu, kami juga menekankan agar lokasi usaha benar-benar aman dan tidak menabrak lahan persawahan,” tegasnya.

BACA JUGA  Kontraktor Asal Medan Menang Lelang Proyek Rp22 Miliar di Boyolali, Publik Curiga Ada Permainan

Ia menambahkan, salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi di Boyolali adalah jarak sumber mata air yang relatif jauh dari aktivitas permukiman.

“Minimal satu sampai lima kilometer dari sumber mata air tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh mengungkapkan, ketertarikan perusahaannya dalam berinvestasi di Jawa Tengah didasari hasil riset terhadap kualitas sumber mata air di wilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi sumber mata air di Jawa Tengah sangat bersih dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan perusahaan.

BACA JUGA  Prodi S3 Ilmu Lingkungan UNS Gelar Kuliah Pakar Pengembangan Mikroalga

“Kami sudah melakukan riset dan melihat langsung. Para investor sangat puas dengan kualitas sumber mata air di sini. Airnya sangat bersih,” jelasnya.

William juga menyebutkan, nilai investasi yang disiapkan perusahaannya berkisar 7–10 juta dolar AS atau sekitar Rp160 miliar.

Investasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat industri air minum di Jawa Tengah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal. (*)
Editor: Triantotus

Komentar