Semarak HUT ke-81 RI, Komunitas Aquarobik dan Terapi Air di Solo Ajak Lansia Tetap Aktif dan Mandiri

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Suasana berbeda terlihat di Kolam Renang Kora-Kora, Solo, Sabtu, 8 Agustus 2026. Puluhan anggota komunitas TikTok Aquarobik dan Terapi Air berkumpul mengenakan pakaian bernuansa merah putih untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua kegiatan, Dra Sri Suwartinah, MPd menjelaskan kegiatan itu tidak sekadar menjadi ajang olahraga air, tetapi juga momentum menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, agar tetap aktif bergerak sesuai kemampuan masing-masing.

banner 300x250

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Setelah seremoni pembukaan, peserta mengikuti pengibaran Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Suasana semakin meriah dengan berbagai aktivitas di dalam air, mulai dari parade renang, senam dan latihan air, hingga atraksi freestyle, flip flap, hand stand, acro yoga, dan ultimate floating. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba polo air.

Sri Suwartinah, membuka rangkaian acara. Setelah pembukaan, peserta mengikuti doa bersama, pemotongan tumpeng, pemanasan dan latihan sebelum memasuki sesi lomba polo air.

Olahraga Air Lebih Ramah bagi Lansia

Bagi komunitas tersebut, aktivitas di kolam renang bukan sekadar kegiatan rekreasi. Aquarobik dan terapi air menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang dinilai lebih ringan bagi sebagian peserta, terutama mereka yang telah memasuki usia lanjut maupun memiliki keterbatasan gerak.

Sekretaris komunitas, Erma Sy, SP, MP, mengatakan saat ini komunitas aquarobik dan terapi air memiliki sekitar 145 anggota aktif yang tersebar di wilayah Solo Raya dan sekitarnya. Sementara jumlah anggota yang tercatat secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 200 orang.

Menurut Erma, komunitas tersebut terus berkembang karena adanya kebutuhan masyarakat untuk tetap aktif berolahraga dengan menyesuaikan kondisi fisik masing-masing.

“Olahraga di air itu sangat membantu, karena beban badan sebagian ditopang oleh air. Jadi ketika bergerak di air terasa lebih aman,” ujarnya.

Ia mengatakan aktivitas di air juga memberikan suasana olahraga yang menyenangkan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat para anggota, termasuk lansia, tetap bersemangat mengikuti latihan secara rutin.

Dari Takut Air hingga Bisa Berenang

Pengalaman serupa dirasakan dr Nurul, Humas komunitas. Ia mengaku telah mengikuti latihan selama lebih dari satu tahun.

Sebelumnya, Ia mengalami kondisi pengeroposan tulang disertai penurunan massa otot. Kondisi tersebut membuatnya harus memilih bentuk olahraga yang aman sesuai dengan kemampuan tubuh.

Latihan di air kemudian menjadi salah satu pilihannya. Setelah dilakukan secara rutin dan bertahap, ia merasakan perubahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya harus olahraga dengan beban, dan yang paling aman bagi saya adalah olahraga di air. Sekarang saya bisa bergerak lebih bebas. Bahkan dulu takut air, sekarang Alhamdulillah sudah bisa berenang,” katanya.

Meski demikian, Nurul menegaskan aktivitas olahraga di air tetap harus memperhatikan faktor keselamatan. Peserta dengan kondisi fisik tertentu perlu mendapatkan pendampingan dari instruktur yang memahami karakteristik gerakan dan keterbatasan masing-masing individu.

Penggunaan perlengkapan yang sesuai, seperti alas kaki khusus untuk aktivitas di air maupun alat bantu tambahan, juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan selama latihan.

“Yang paling penting harus didampingi pelatih yang profesional dan kompeten, supaya gerakan yang dilakukan tidak justru menimbulkan cedera,” tuturnya.

Latihan Rutin Dua hingga Tiga Kali Sepekan

Komunitas Aquarobik dan Hydroterapy tersebut melaksanakan latihan secara rutin sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Jadwal utama latihan berlangsung pada Rabu dan Jumat pagi.

Intensitas latihan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing peserta. Dengan demikian, anggota tidak dipaksa mengikuti gerakan dengan intensitas yang sama, tetapi diberikan ruang untuk berolahraga sesuai kemampuan tubuh.

Bagi para anggota, latihan bersama tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran. Aktivitas tersebut juga menjadi ruang untuk membangun pertemanan, menjaga semangat, dan menjalani masa lanjut usia dengan lebih aktif.

Komunitas berharap semakin banyak lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang aman dan menyenangkan.

Usia Bertambah, Semangat Jangan Berhenti

Menurut Nurul, menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam mempertahankan kemandirian seseorang. Bertambahnya usia biasanya diikuti dengan perubahan kondisi fisik, termasuk berkurangnya massa otot.

Karena itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan tubuh menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan kebugaran dan kemandirian.

“Harapannya lansia di Indonesia bisa sehat dan tidak selalu bergantung kepada keluarga. Kita harus berjuang menjaga kesehatan sendiri. Kalau banyak masyarakat sehat, tentu beban negara juga bisa lebih ringan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan usia sebagai alasan berhenti beraktivitas.

“Yang penting terus bergerak, tetap olahraga, dan dilakukan dengan senang. Kalau olahraganya menyenangkan, suasananya positif dan kita juga lebih bersemangat,” katanya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kolam Renang Kora-Kora pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di tengah balutan warna merah putih dan aktivitas olahraga air, para peserta membawa pesan sederhana bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk tetap sehat, aktif, dan mandiri tidak boleh berhenti. (Naharudin)

Komentar