Seniman Solo Mulyani Gelar Workshop Daur Ulang Barang Bekas, Edukasi Pelajar Jadi Kreatif dan Peduli Lingkungan

SIAC 2026

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Solo kembali menjadi ruang pertemuan para seniman dunia melalui penyelenggaraan Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–27 Juli 2026 ini diikuti sekitar 80 seniman profesional dari 28 negara, yang berkolaborasi menghasilkan berbagai karya seni sekaligus berbagi ilmu kepada masyarakat.

banner 300x250

Salah satu kegiatan menarik digelar di Galeri Mas Karebet, Selasa, 21 Juli 2026, ketika seniman asal Solo, Mulyani, mengadakan workshop pemanfaatan barang bekas dengan mengubah galon air mineral bekas menjadi lampion bernilai seni dan memiliki nilai ekonomi.

Dalam workshop tersebut, Mulyani mengajak para pelajar untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Menurutnya, banyak barang bekas di sekitar rumah yang masih dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif dan bernilai jual.

“Melalui edukasi ini kami ingin mengenalkan kepada para siswa bahwa barang bekas tidak harus menjadi sampah. Galon bekas misalnya, bisa diolah menjadi lampion yang indah dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Mulyani.

Ia menambahkan, edukasi semacam ini merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas generasi muda.

“Dengan mengedukasi para siswa di Kota Solo, kami berharap sampah yang ada di lingkungan maupun rumah tangga dapat berkurang karena dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan bernilai seni,” tambahnya.

Tak hanya melibatkan seniman lokal, SIAC 2026 juga menjadi wadah pertukaran budaya antarnegara. Salah seorang peserta asal Thailand, Tran Thao Hien, mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Indonesia yang menjadi inspirasi dalam berkarya.

Ia mengangkat tema kehidupan restoran dan kafe di salah satu sudut Kota Solo melalui karya seninya. Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi seniman maupun wisatawan mancanegara.

“Kami sangat menyukai keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Tarian tradisional Bali misalnya, sangat digemari wisatawan mancanegara. Budaya Indonesia memberikan banyak inspirasi bagi para seniman,” katanya.

Melalui SIAC 2026, Kota Solo kembali menunjukkan perannya sebagai kota budaya yang mampu mempertemukan seniman dari berbagai belahan dunia.

Selain memperkuat jejaring seni internasional, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui kreativitas dan pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni bernilai ekonomi. (Naharudin)

Komentar