Spanyol Juara Dunia 2026, Messi Luntang-Lantung, Pemain Argentina Tantrum…

banner 468x60

[21/7, 04.44] Iskandar Ian Xpos 190

Pemain Spanyol berfoto bersama setelah menjuarai Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat. (Portalika.com/FIFA.com)

banner 300x250

Foto 2

Pemain Spanyol, Lamina Yamal yang di masa kecilnya pernah dimandikan Messi saling berpelukan seusai pertarungan di Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat. (Portalika.com/Ist)

//////

 

Portalika.com [NEW JERSEY] – Timnas Sepakbola Spanyol menjadi juara dunia kali kedua, setelah menyingkirkan Timnas Argentina 1-0 pada duel final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Gol semata wayang pada laga di partai puncak itu dilesakkan Ferran Torres menit ke-106 atau babak perepanjangan waktu. Dengan kemenangan tersebut Spanyol di puncak ranking FIFA menggusur singgasana Argentina yang sebelumnya bersimaharaja menempati ranking teratas.

Di bagian lain jalannya pertarungan dua tim berlangsung berat sebelah atau timpang. Skuad Matador Spanyol yang menguasai jalannya pertarungan mendominasi penguasaan lapangan di semua lini.

Kondisi ini mengakibatkan Tim Tango Argentina gagal meraih back to back juara di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Spanyol 0-1. Beberapa hal menjadi sorotan dalam kekalahan Argentina, mulai dari statistik njomplang, Lionel Messi yang lontang-lantung karena jarang mendapat aliran bola, hingga dicadangkannya Lautaro Martinez.

Beberapa pengamat menilai Spanyol layak menang karena bermain jauh lebih apik dibandingkan Argentina. Jika dilihat dari statistik pertandingan, Argentina hampir tak mampu memberi perlawanan memadai.

Messi yang menjadi “nyawa” Tim Tango kesulitan memberi kontribusi tim akibat minim mendapatkan suplai bola. La Pulga (julukan Messi) yang sering membahayakan jika dekat dengan kotak penalti dipaksa terus menjauh dari gawang Spanyol.

Berdasarkan statistik Fotmob, Messi tidak bisa melepaskan satu tembakan pun ke gawang lawan selama 120 menit di lapangan. Pemain berusia 39 tahun itu juga kesulitan mengkreasi permainan melawan La Furia Roja, Spanyol.

Messi Kesulitan di Kotak Penalti

Messi tercatat hanya melepaskan satu upaya untuk mencetak gol yang berhasil diblok oleh pertahanan Spanyol. Di pertandingan ini, Messi menyentuh bola sebanyak 54 kali. Namun, tidak satu pun sentuhan itu terjadi di kotak penalti Spanyol.

Messi juga kehilangan bola sebanyak dua kali di pertandingan ini. Pemain Inter Miami Amerika Serikat itu juga mencatatkan kontribusi saat bertahan dengan melakukan satu tekel.

Pemain Spanyol, Lamina Yamal yang di masa kecilnya pernah dimandikan Messi saling berpelukan seusai pertarungan di Piala Dunia 2026 di New Jersey, Amerika Serikat. (Portalika.com/Ist)

Buruknya statistik Argentina ini membuat para pemainnya frustrasi sehingga cenderung bermain keras menjurus ke kasar. Akibatnya pemain Argentina, Enzo Fernandez yang mengganjal keras bek muda Spanyol Pau Cubarsi diganjar kartu merah oleh wasit Slavko Vincic menit ke-93.

Karena Cubarsi yang pernah mencicipi main di Stadion Manahan Solo, Jateng saat membela Timnas Spanyol U-17 pada Piala Dunia tahun 2023 itu sampai jatuh terpelanting dan mengerang kesakitan.

Diusirnya Enzo keluar lapangan oleh wasit memicu bencana dan menjadi salah satu biang kerok kegagalan timnas Argentina juara di Piala Dunia 2026. Karena bermain dengan 10 pemain, Argentina kian kocar-kacir meladeni permainan cepat tim asuhan pelatih Luis de la Fuente, Spanyol dan banyak bertahan.

Sehingga Ferran Torres nomor punggung 7 ini pada menit ke-106 berhasil membobol gawang Argentina yang dikawal Emilio Martinez yang merumput di Liga Utama Inggris, Aston Villa ini.

Torres membobol gawang Argentina setelah memanfaatkan umpan tandukan Nico Williams di dalam kotak penalti yang menyambut bola lambungan teman setimnya, Pedro Porro dari luar kotak penalti. Tendangan keras kaki kiri Torres gagal diblok kiper Argentina, Martinez, 1-0. Kedudukazn 1-0 ini tak berubah hingga peluit panjang ditiup wasit tanda bubaran.

Laga Spanyol kontra Argentina di partai final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat diwarnai sejumlah insiden keributan. Bahkan keributan tetap berlangsung seusai bubaran.

Sanksi Berat FIFA

Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, terancam menghadapi sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Ini terjadi setelah Paredes diganjar kartu merah langsung akibat memicu keributan massal antarpemain sesaat setelah laga final Piala Dunia 2026 berakhir di lapangan.

Tantrumnya pemain Argentina yang memicu ketegangan di lapangan pecah seusai peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup wasit. Leandro Paredes yang emosional terlihat berlari menghampiri bek Spanyol, Eric Garcia.

Paredes kemudian menyorongkan tangan terbuka secara keras langsung ke tenggorokan pemain Spanyol, Garcia hingga Garcia terjatuh ke rumput. Aksi kekerasan ini terjadi tepat di hadapan asisten wasit dan juga pelatih Argentina, Lionel Scaloni.

Tindakan agresif Paredes langsung menyulut emosi para pemain serta staf dari kedua belah pihak, sehingga memicu perselisihan besar dan baku hantam massal di lapangan. Di tengah keributan tersebut, Paredes juga sempat mendorong gelandang Spanyol, Gavi, hingga terhempas ke rumput.

Setelah situasi berhasil dilerai, wasit langsung menjatuhkan kartu merah kepada gelandang nomor 5 Argentina tersebut. Kartu merah pascalaga yang diterima Paredes menjadi penutup buruk bagi lini tengah Argentina tersebut.

Dia menjadi pemain Albiceleste kedua yang mendapat kartu merah di lapangan pada laga ini. Sebelumnya, Enzo Fernandez sudah lebih dulu menerima kartu merah akibat kartu kuning kedua menjelang akhir waktu normal 90 menit.

Komite Disiplin FIFA dilaporkan akan segera melakukan peninjauan mendalam terhadap insiden kekerasan yang melibatkan Paredes. Sebab pemukulan dilakukan secara sengaja, setelah pertandingan selesai dan memicu keributan massal.

Leandro Paredes kemungkinan besar akan menghadapi hukuman larangan bertanding yang jauh lebih lama daripada sanksi otomatis satu pertandingan untuk kartu merah standar. (Iskandar dari berbagai sumber)

Peringkat 20 Teratas per 20 Juli 2026

Pangkat – Mengubah – Tim – Poin

  1. 1- Spanyol – 1995,98
  2. 1 – Argentina – 1970.37
  3. 3 – Perancis – 1948.97
  4. 4 – Inggris – 1922,83
  5. 1 – Brazil – 1804.92
  6. 1 – Maroko – 1803,99
  7. 2 – Portugal – 1787,85
  8. 1 – Belgia – 1778.36
  9. 1 – Belanda – 1775.54
  10. 4 – Meksiko – 1754.3
  11. 2 – Kolumbia – 1739,89
  12. 2 – Jerman – 1726.22
  13. 2 – Kroasia – 1723.05
  14. 5 – Swiss – 1710,88
  15. 3 – Italia – 1704.73
  16. 1 – Amerika Serikat – 1690.33
  17. 1 – Jepang – 1673,68
  18. 3 – Senegal – 1653.43
  19. 12 – Norwegia – 1651.29
  20. 4 – Uruguay – 1634.7

Komentar