Portalika.com [SURAKARTA] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional. Kampus yang berpusat di Solo, Jawa Tengah ini sukses menggelar International Conference on Technology, Education, and Social Science (ICTESS) ke-8, Kamis, 30 Juli 2026.
Mengusung tema utama “Menavigasi Transformasi Global di Dunia yang Tidak Pasti: Perspektif Interdisipliner tentang Ekonomi, Bisnis, Pendidikan, Hukum, Pertanian, Teknologi Pangan, Politik, dan Masyarakat”, konferensi internasional ini diresmikan langsung oleh Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo, MPd.
Siaran pers yang diterima menyebutkan kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia, khususnya negara-negara anggota ASEAN.
ICTESS 2026 menghadirkan 6 narasumber kunci (keynote speakers) ternama yang mewakili 5 negara ASEAN, yaitu:
- Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi, MPd – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Region VI Indonesia.
- Prof Dr Geoffrey Harvey Tanakinjal – University Malaysia Sabah (UMS), Malaysia.
- Dr Tuyen Chan Kha – Nong Lam University, Vietnam.
- Prof Dr Shirlilo R – University of the East Laguna Campus, Filipina.
- Prof Madya Dr Ahmad Zubir Ibrahim – Universiti Utara Malaysia (UUM), Malaysia.
- Dr Chuan Chen Bi – Khon Kaen University, Thailand.
Ketua Pelaksana ICTESS 2026, Dr Marjam Desma Rahadhini, SE, MSi, menegaskan bahwa forum ilmiah tahunan ini bukan sekadar agenda rutin akademik biasa. ICTESS dirancang sebagai wadah strategis dalam mempertemukan berbagai lintas disiplin ilmu.
“ICTESS 2026 lebih dari sekadar acara akademik tahunan. Acara ini berfungsi sebagai forum internasional dinamis yang menyatukan beragam disiplin ilmu—mulai dari ekonomi, bisnis, pendidikan, hukum, pertanian, teknologi pangan, politik, hingga ilmu sosial—untuk mendorong perspektif kolaboratif dalam menghadapi ketidakpastian global,” terang Dr Marjam dalam laporan resminya.
Dia menambahkan, melalui dialog berbasis bukti (evidence-based policy) dan riset lintas sektor, ICTESS 2026 diharapkan dapat membekali para peserta dengan wawasan serta strategi adaptif. Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) untuk membangun masa depan yang inklusif dan tangguh.
Rektor Unisri: Ketidakpastian Adalah Peluang Beradaptasi
Dalam sambutannya, Rektor Unisri Prof Dr Sutoyo, MPd, menyampaikan pandangan optimis terkait perubahan cepat di tingkat global. Menurutnya, ketidakpastian dunia saat ini jangan dijadikan sebagai hambatan, melainkan panggilan untuk berinovasi dan berkolaborasi.
“Tema ‘Menavigasi Transformasi Global di Dunia yang Tidak Pasti’ menyoroti bahwa ketidakpastian bukanlah penghalang, melainkan ajakan untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan mengubah tantangan menjadi peluang,” ujar Prof Sutoyo.
Lebih lanjut, Prof Sutoyo menggarisbawahi pentingnya sinergi antabangsa dan antardisiplin ilmu.
“Tidak ada satu disiplin ilmu, lembaga, atau negara pun yang dapat menyelesaikan tantangan saat ini sendirian. Di Universitas Slamet Riyadi, kami percaya bahwa sebuah universitas tidak hanya harus menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan tersebut bermanfaat bagi umat manusia,” tegas Rektor.
Mendorong Internasionalisasi Kampus Solo
Pelaksanaan ICTESS ke-8 secara hybrid berhasil memperluas keterlibatan peneliti dan akademisi lintas negara tanpa batasan geografis. Melalui kegiatan internasional bertaraf tinggi seperti ini, Unisri Surakarta terus memantapkan langkah menuju internasionalisasi perguruan tinggi dan mewujudkan visi sebagai kampus yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.b (Iskandar)












Komentar