Wawalkot Astrid Terima Penghargaan Darma Bakti

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di GOR Satria Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis, 10 September 2026.

Astrid yang juga menjabat Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

banner 300x250

Menurutnya, Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mendorong generasi muda agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung Gerakan Pramuka, khususnya dalam pembinaan generasi muda. Pramuka bukan hanya tentang kegiatan keorganisasian, tetapi juga bagaimana membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” ujar Astrid.

Penghargaan Darma Bakti diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Astrid dalam mendukung pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya di Kota Surakarta.

Selain penghargaan yang diterima Astrid, prestasi juga ditorehkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surakarta. Bersama Ar Rafi, Kwarcab Kota Surakarta berhasil meraih Juara II Lomba Pembina Gugus Depan (Gudep) Penegak Berprestasi.

Astrid mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi yang diraih semakin mendorong jajaran pembina dan anggota Pramuka Kota Surakarta untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

“Ini menunjukkan bahwa pembinaan Pramuka di Kota Surakarta terus berjalan dan menghasilkan prestasi. Kami berharap capaian ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dalam upacara tersebut, Wakil Ketua Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Kwaran, Mayjen TNI (Purn) Widagdo Hendro Sukoco, yang mewakili Ketua Mabida Kwarda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong Gerakan Pramuka Jawa Tengah untuk terus memperkuat peran dan pengabdian kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.

Widagdo menegaskan Pramuka tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menghadapi persoalan sosial, tetapi harus menjadi bagian dari solusi.

Pramuka diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, kesiapsiagaan bencana, serta menghadapi ancaman yang menyasar generasi muda seperti narkoba, kenakalan remaja, perundungan, judi online, pergaulan bebas, hoaks, provokasi, hingga paham yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pramuka jangan hanya menjadi penonton, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi,” tegas Widagdo.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Tengah juga ditandai dengan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK), salah satu ciri khas peringatan Hari Pramuka di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari 14 titik keberangkatan hingga berakhir di Kwartir Cabang Banyumas.

Widagdo menyebut ETK bukan sekadar perjalanan simbolik, melainkan menggambarkan estafet nilai, semangat, dan pengabdian dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Di era digital, Gerakan Pramuka Jawa Tengah juga didorong melakukan transformasi digital dan modernisasi tata kelola organisasi. Pemanfaatan teknologi, termasuk pengembangan sistem surat elektronik dan aplikasi kepramukaan, dinilai penting agar organisasi semakin cepat, transparan, andal, dan adaptif.

“Teknologi adalah alat, namun karakter harus tetap menjadi fondasi,” kata Widagdo.

Pemerintah Kota Surakarta menyampaikan apresiasi atas penghargaan dan prestasi yang diraih jajaran Gerakan Pramuka Kota Surakarta. Capaian tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian, pendidikan karakter, serta pembentukan generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Ariyanto)

Komentar