10 Besar Lomba Gapura 2026 Dinilai, Wakil Walikota Soroti Kentalnya Identitas Budaya Solo

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Sebanyak 10 finalis Lomba Gapura 2026 mengikuti tahap penilaian oleh Dewan Juri yang berasal dari berbagai unsur. Setelah sebelumnya tiga lokasi dinilai pada Jumat, penilaian dilanjutkan di tujuh lokasi lainnya untuk menentukan gapura terbaik dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani meninjau pelaksanaan penilaian Lomba Gapura bersama Cat Weldon, salah satu pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut.

banner 300x250

Ia mengapresiasi kreativitas masyarakat yang ditampilkan melalui berbagai konsep gapura di masing-masing wilayah.

“Alhamdulillah sudah terpilih sepuluh besar yang hari ini kami melanjutkan penilaian. Bagus-bagus semua. Saya sampai bingung ini memilih yang mana menjadi pemenang,” ujarnya.

Menurutnya, proses penilaian tidak hanya melihat kemeriahan warna, tetapi juga memperhatikan berbagai unsur, mulai dari detail, keserasian warna, keindahan lingkungan sekitar, hingga kemampuan menampilkan ikon dan karakter Kota Solo.

Ia menilai, sejumlah gapura bahkan menampilkan motif-motif batik yang menjadi salah satu ciri khas Kota Solo sebagai kota budaya. Kekayaan budaya tersebut mampu diterjemahkan masyarakat ke dalam bentuk visual melalui media tembok dan cat.

“Banyak yang sangat detail, kaitannya dengan motif-motif batik. Ini yang menjadi satu ciri khas Kota Solo, kota budaya, yang ternyata bisa ditampilkan melalui media tembok, melalui cat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Walikota melihat Lomba Gapura tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarwilayah, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman dan pelaku budaya untuk mengekspresikan kreativitasnya. Ia menemukan adanya karakter goresan, warna, serta konsep yang berbeda-beda di setiap wilayah.

“Yang menarik bagi saya ternyata para seniman-seniman di Kota Solo yang tinggal di satu wilayah itu sangat kental memberikan gambaran ciri khas goresan warna-warna di gapuranya masing-masing. Ada yang konsepnya warna-warninya pekat, ada yang detail, bahkan ada pembatik juga,” ungkapnya.

Menurutnya, kemunculan para seniman dan pelaku budaya dalam proses kreatif pembuatan gapura menunjukkan bahwa potensi seni dan budaya di tingkat kampung masih sangat kuat. Kreativitas tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat luas.

“Jadi saya lihat muncul banyak sekali seniman-seniman dan juga pegiat budaya yang ada di wilayah masing-masing yang hadir di sebuah karya besar ini. Itu yang menarik bagi saya,” katanya.

Wakil Walikota berharap dukungan terhadap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Selain memeriahkan momentum peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi sarana untuk menggerakkan masyarakat agar semakin aktif bergotong royong.

Ia juga berharap berbagai potensi Kota Solo, mulai dari batik, wayang, hingga destinasi wisata dan kekayaan budaya lainnya, dapat terus ditampilkan melalui kreativitas masyarakat di masing-masing wilayah.

“Untuk kegiatan penyambut 17-an ini merupakan semangat bersama-sama untuk menggerakkan masyarakat lebih guyub, gotong royong, dan menunjukkan bahwa potensi Kota Solo mulai dari batik, wayang dan juga destinasi-destinasi yang ada di Kota Solo ini sudah patut untuk dimunculkan atau ditampilkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Lomba Gapura 2026 sebelumnya diikuti lebih dari 180 gapura dari berbagai wilayah di Kota Surakarta. Setelah melalui tahapan penilaian, sebanyak 10 gapura ditetapkan sebagai finalis dan kembali dinilai untuk menentukan pemenang. (Ariyanto)

Komentar