Cerdas Mengelola Uang Sejak Dini; Mengenalkan Literasi Keuangan kepada Siswa SD

banner 468x60

Portalika.com [SRAGEN] – Mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan hidup hemat dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi, mahasiswa melaksanakan program edukasi literasi keuangan kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

banner 300x250

Kegiatan literasi keuangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan konsep dasar keuangan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Siswa tidak hanya diberikan pengetahuan mengenai uang, tetapi juga diajak memahami bagaimana cara menggunakan, menyimpan, dan mengatur uang sesuai dengan kebutuhan.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan mengenai fungsi uang, pentingnya menabung, cara menghemat uang, serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi tersebut dipilih karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari siswa, terutama dalam penggunaan uang saku yang diberikan oleh orang tua.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menggunakan bahasa yang sederhana dan memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Siswa diajak membayangkan situasi ketika memiliki sejumlah uang saku dan harus menentukan apakah uang tersebut akan digunakan untuk membeli makanan, membeli barang yang diinginkan, atau disisihkan untuk ditabung.

Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Siswa diberikan pemahaman bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki tetapi tidak selalu harus dibeli.

Dengan memahami perbedaan tersebut, anak-anak diharapkan dapat belajar menentukan prioritas sebelum menggunakan uang.

Selain itu, mahasiswa juga mengenalkan kebiasaan menabung sejak dini. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah yang besar.

Menyisihkan sebagian uang saku secara rutin sudah dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menabung. Uang yang ditabung juga dapat digunakan untuk kebutuhan di kemudian hari atau tujuan tertentu yang telah direncanakan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, tanya jawab, dan contoh sederhana. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif memberikan jawaban ketika diberikan pertanyaan mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan uang.

Suasana kegiatan yang komunikatif membuat siswa lebih mudah menerima materi yang disampaikan oleh mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap siswa dapat mulai menerapkan kebiasaan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana seperti tidak menghabiskan uang secara berlebihan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan siswa sejak dini.

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghitung atau mengetahui nilai uang, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang mengambil keputusan dalam menggunakan uang secara tepat.

Oleh karena itu, pengenalan literasi keuangan sejak sekolah dasar diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Program edukasi ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan siswa memiliki kesadaran untuk mulai mengelola uang dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. Melalui pemahaman yang diberikan sejak dini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengatur keuangan.

Kebiasaan baik yang dibangun sejak sekolah dasar diharapkan dapat terus terbawa hingga mereka dewasa dan mampu membantu mereka dalam mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana. (*)

Editor: Suryono

Komentar