Portalika.com [SUKOHARJO] – Gerakan Solusi Indonesia (GSI) mengapresiasi pemimpin-pemimpin yang peduli dengan anak muda. Di antaranya Gubernur Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang beberapa hari terakhir pro terhadap generasi muda.
“Misalnya kemarin di acara Drag Bike itu yang dihadiri oleh Pak Gubernur. Pak Gubernur juga sangat peduli terhadap potensi-potensi anak muda, misalnya di bidang balap dikasih fasilitas dalam bentuk lomba Drag Bike gitu,” kata Co Founder GSI, Anas Syahirul saat Ngobrol Inspiratif : ‘Anak Muda Bagian Solusi Negeri’ yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Bank Jateng Cabang Sukoharjo di Mon Kopi, Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa, 8 September 2026.
Anas menjelaskan, melalui Drag Bike Piala Gubernur Jateng 2026 di Stadion Manahan yang diikuti 500 peserta dari Jateng dan Yogyakarta pada 6 September 2026 dinilai sebagai bentuk kepedulian kepada anak muda juga diwujudkan lewat ruang prestasi.
Di mana dengan 22 kelas pertandingan yang mayoritas diikuti Gen Z, event ini yang digagas sebagai wadah menyalurkan hobi otomotif agar anak muda tidak turun ke jalan untuk balap liar.
“Jadi ruang-ruang anak muda difasilitasi. Ini sesuai semangat kita pro anak muda. Harapannya anak-anak muda bisa memiliki ruang berekspresi dan mengejar mimpi,” jelas dia.
Tak hanya itu, Ahmad Luthfi kata dia juga hadir dan melindungi anak muda di setiap fase kehidupan mereka. Kepedulian tampak saat langsung bersilaturahmi dengan keluarga Mozza Axilla Gunarsa di Semarang pada September 2026.
Mozza Axilla, yang sebelumnya dinyatakan lolos masuk Universitas Diponegoro, justru menghilang sejak Juni 2025 dan ditemukan meninggal karena pembunuhan di Jangli.
“Menunjukkan belasungkawa, juga kedatangannya sebagai bentuk mengawal kasus ini secara hukum agar keluarga dapatt kepastian dan keadilan. Gubernur berjanji mengawal kasus agar tuntas. Ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada anak muda,” terang dia.
Dia menambahkan, kepedulian yang sama juga ditunjukkan kepada 172 mahasiswa asal NTT di Semarang yang terdampak bencana gempa di kampung halaman. Saat mengunjungi kos mahasiswa di Bendan Duwur, Senin 7 September 2026, Ahmad Luthfi menyebut “kalian di sini anak saya”.
“Kami mengapresiasi karena Gubernur Jateng memerintahkan Dinas Pendidikan, Baznas Jateng, dan Bank Jateng untuk memberi keringanan UKT dan beaya kos 1-3 bulan, serta menyalurkan 172 paket sembako JPS sebesar Rp43 juta. Tentu ini akan membantu anak-anak muda dari NTT yang tengah menimba ilmu di Jateng,” jelasnya.
Anas berharap GSI membawa semangat yang sama yakni bermanfaat untuk anak-anak muda. Di antaranya melalui diskusi-diskusi menguatkan ilmu dan pengetahuan, operasi sepatu rusak, cinta alam, bagi-bagi sembako dan beasiswa atau bantuan pendidikan untu SMA hingga mahasiswa.
“Memang belum banyak, tapi kami menyebarkan semangat optimisme. Harapannya anak-anak muda semakin berjejaring dan kapasitas semakin mumpuni,” paparnya.
Dalam acara yang digelar GSI bersama Bank Jateng Cabang Sukoharjo itu juga menghadirkan pembicara lain seperti Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) RI, Prof Dr Pujiyono Suwadi, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo diwakilkan Plt Kepala Dispora Sukoharjo, Suyatman, Dewan Pakar GSI, dr M Nasir Zubaidi, SpOT dan Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo.
Selain itu, ada Pakar Hukum Tata Negara UNS, Dr Andina Elok Puri Maharani, Anggota Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng Cabang Sukoharjo, Muhammad Firdaus dan Local Hero Sukoharjo atau pemilik Kubik Society, Ahmad Fauzan Tirmidzi.
Acara dihadiri seratusan mahasiswa, siswa, hingga organisasi kepemudaan lain dari kampus seperti dari UMS, UIN hingga UNS. Selain itu, ada sejumlah perwakilan SMA dan SMK negeri hingga swasta di Kecamatan Sukoharjo, Baki, Kartasura dan Gatak yang menyemarakkan kegiatan tersebut. (*)
Editor: Triantotus












Komentar