Portalika.com [SUKOHARJO] — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas (RM) Said Surakarta, Jateng merayakan puncak peringatan Dies Natalis ke-34 dengan menggelar Sidang Senat Terbuka di Aula SBSN Lantai 1 kampus Pucangan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jateng, Kamis, 17 September 2026.
Mengusung tema unik “Mentradisikan LURIK, Mengunggulkan Glokalisasi”, perayaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas institusi, daya saing global, serta kebersamaan sivitas akademika.
Sidang senat terbuka tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Surakarta, Prof Dr Toto Suharto, jajaran wakil rektor, pejabat struktural, sivitas akademika, serta tamu undangan penting seperti Walikota Solo, Respati Ardi bersama pimpinan daerah dari sejumlah kabupaten di wilayah Solo Raya.
Filosofi LURIK: Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif
Rektor Prof Dr Toto Suharto, menjelaskan bahwa pemilihan tema lurik memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Selain karena kain lurik—yakni warisan budaya takbenda berupa kain bermotif garis-garis yang telah diakui oleh badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan memromosikan perdamaian dan kerja sama internasional melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Unesco—pihak kampus mengadopsinya sebagai akronim nilai-nilai dasar institusi.
“Dalam hal ini kami memaknai sebagai loyal, unggul, responsif, inovatif, dan kolaboratif. [LURIK] Itu harus menjadi tren para civitas akademika di UIN Surakarta,” ujar dia.
Strategi Glokalisasi untuk Kuasai Panggung Internasional
Selain mentradisikan lurik, UIN RM Said Surakarta juga gencar mengusung konsep glokalisasi guna memperluas kiprah kampus di kancah global tanpa meninggalkan akar kearifan lokal.
“Selanjutnya mengunggulkan Glokalisasi. Di sini kami punya program, mengglobalkan yang lokal dan melokalkan yang global. Itu menjadi alat kami sehingga UIN Surakarta di tingkat internasional,” kata Rektor.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen kuat kampus dalam memadukan standar pendidikan global dengan identitas lokal Nusantara, sehingga lulusan yang dihasilkan mampu bersaing secara internasional sekaligus berkarakter luhur.
Walikota Solo Beri Orasi Ilmiah
Sementara itu Walikota Solo, Respati Ardi, selain memberi orasi ilmiah juga memberikan dukungan moral untuk kemajuan institusi pendidikan Islam ini. Senada dengan Rektor Prof Toto, Respati mengatakan pentingnya pemahaman semesta LURIK (loyal, unggul, responsif, inovatif, dan kolaboratif).
Ini dinilai penting agar output UIN berwawasan semesta memperhatikan lingkungan dan juga memperhatikan masa depan.
Di bagian lain rangkaian Dies Natalis ke-34 ini sebelumnya telah diawali sejak akhir Agustus 2026 melalui berbagai kegiatan. Sejumlah agenda yang telah dilaksanakan antara lain: Kick Off Dies Natalis, menghadirkan semangat kain lurik tradisional dan konsep glokalisasi.
Kegiatan Akademik: Penyelenggaraan International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) serta International Conference on Cultures and Languages (ICCL) ke-4.
Tradisi Niti Laku: Perjalanan spiritual dan budaya ke Astana Mangadeg di Matesih, Karanganyar, Jateng untuk mengenang perjuangan RM Said. Aksi Sosial: Pengajian dan pembagian santunan kepada duafa oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) kampus.
Menurut Rektor Toto, melalui momentum ini dia juga menekankan pentingnya bagi seluruh civitas akademika untuk terus bertumbuh, menginspirasi, serta menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi Islam yang membawa kebahagiaan dan kemajuan bersama. (Iskandar)












Komentar