Portalika.com [wonogiri] – Seorang pemuda berinisial FER, 19, diamankan anggota Satresnarkoba Polres Wonogiri. Dia diduga berperan sebagai pengedar obat keras daftar G di wilayah Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 17 September 2026 di depan sebuah minimarket di wilayah Desa Punduhsari, Kecamatan Manyaran, Wonogiri.
Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan 116 butir obat daftar G berwarna putih berlogo Y. Barang bukti tersebut terdiri dari 10 plastik klip berisi 100 butir dan tiga plastik klip berisi 16 butir.
Kasi Humas Polres Wonogiri, Iptu Ririn Indrawati, SH, MH, Jumat, 18 September 2026 menjelaskan pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi obat keras di wilayah Manyaran.
“Setelah mendapatkan informasi, Tim Opsnal Satresnarkoba melakukan penyelidikan. Petugas kemudian mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam transaksi obat keras,” jelasnya.
Dalam penyelidikan tersebut, petugas mengamankan tiga orang. Berdasarkan pemeriksaan awal, salah seorang yang diamankan mengaku telah membeli 10 plastik klip berisi 100 butir obat keras dari FER dengan harga Rp 235.000.
Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menemukan tiga plastik klip berisi 16 butir obat keras lainnya yang masih dikuasai FER.
Selain obat keras, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya tas, bungkus rokok, struk bukti transfer, potongan lakban, dua unit telepon seluler serta satu unit sepeda motor Yamaha.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan pasal 435 jo pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana dan/atau Pasal 436 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026.
Polres Wonogiri mengimbau masyarakat agar tidak membeli, mengonsumsi maupun mengedarkan obat keras tanpa izin dan resep sesuai ketentuan.
Masyarakat juga diminta berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran obat-obatan terlarang di lingkungannya. (Indrawati/*)
Editor: Triantotus












Komentar