SilatuWAMI Roadshow 2026 di Solo, Satukan Silaturahmi Musisi dan Edukasi Hak Cipta

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Wahana Musik Indonesia (WAMI) menghadirkan SilatuWAMI Roadshow 2026 sebagai ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, edukasi, sekaligus memperkuat pemahaman para pencipta lagu, musisi, komunitas dan pelaku industri musik mengenai hak cipta serta pengelolaan karya di era digital.

Kegiatan yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin, tersebut mengangkat tema “Bedah Tuntas Industri Musik Era Digital! Gak Cuma Bikin Lagu, Tapi Paham Cuan & Masa Depan Musik!”

banner 300x250

SilatuWAMI menjadi ajang bertemunya para pelaku musik untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pencipta dan musisi, khususnya terkait hak cipta, royalti, Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), music publisher, hingga perkembangan teknologi Music AI.

Selain menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga dikemas secara lebih santai dan dekat dengan komunitas musik. Peserta diajak ngobrol mengenai hak cipta karya, strategi membangun karier musik, hingga jamming session bersama para musisi dan pelaku industri.

Salah satu agenda utama adalah sharing bersama lima anggota Badan Pengawas (Bawas) WAMI 2026 yang berasal dari unsur komposer dan pelaku musik. Mereka yakni Bongky Ismail, Ajhay Pasma, Andi Zate, Firman Siagian, dan Paul Laks.

Melalui forum tersebut, para pencipta dan musisi mendapatkan kesempatan menyampaikan pengalaman, pertanyaan, keluhan maupun persoalan yang mereka hadapi secara langsung. Diskusi juga memberikan pemahaman mengenai hak-hak pencipta lagu ketika menjadi anggota LMK WAMI serta mekanisme pengelolaan dan penyaluran royalti.

Bongky Ismail dan Firman Siagian hadir sebagai pembicara, sementara Ajhay Pasma turut berbagi pengalaman sebagai salah satu penerima royalti dalam jumlah besar di Indonesia. Kehadiran para praktisi tersebut memberikan gambaran langsung mengenai bagaimana sebuah karya musik dapat dikelola dan memiliki nilai ekonomi bagi penciptanya.

SilatuWAMI juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bahwa karya musik tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi serta hak yang harus dihormati dan dilindungi.

Para peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana karya musik dikelola, bagaimana hak pencipta dapat diperoleh, serta pentingnya memahami mekanisme royalti dan perlindungan hak cipta di tengah perkembangan industri musik yang semakin dinamis.

WAMI menilai literasi mengenai hak cipta dan royalti menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem musik yang sehat. Dengan pemahaman yang lebih baik, pencipta lagu dan musisi diharapkan semakin percaya diri dalam mengelola karya secara profesional sekaligus memperjuangkan hak-haknya.

Dapat Apresiasi Wakil Wali Kota Surakarta

Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Menurutnya, kehadiran SilatuWAMI memberikan ruang positif bagi para pelaku musik untuk bertemu, berbagi pengalaman dan memperluas pengetahuan.

Ia menyebut Kota Solo memiliki ekosistem seni dan musik yang hidup, dengan keberadaan seniman, musisi, pencipta lagu, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif yang terus menghasilkan karya.

“Kolaborasi antara pemerintah, WAMI, komunitas musik, dan seluruh pelaku industri musik perlu terus diperkuat untuk membangun ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Edukasi Dikemas dengan Musik dan Pertunjukan

SilatuWAMI Roadshow 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi dan edukasi. Kegiatan juga diramaikan dengan penampilan sejumlah kelompok musik dan seni.

Pengisi acara di antaranya Bintang Jingga Band, Keroncong Baruna Project, Vina Ratu, serta penampilan tari tradisional. Kehadiran para pengisi acara tersebut membuat suasana kegiatan semakin dekat dengan karakter komunitas musik dan seni Kota Solo.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari pesan SilatuWAMI bahwa edukasi mengenai hak cipta dapat dilakukan dengan cara yang komunikatif, santai dan menyenangkan tanpa menghilangkan substansi mengenai perlindungan karya.

Melalui kegiatan ini, WAMI berharap semakin banyak pencipta lagu dan musisi memahami haknya, mampu mengelola karya secara profesional, serta memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Silaturahmi dan komunikasi yang terbangun melalui SilatuWAMI Roadshow 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem musik Indonesia yang kreatif, profesional dan memberikan penghargaan yang layak terhadap karya para pencipta.

Pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana namun penting: jangan hanya membuat lagu, tetapi pahami hak atas karya dan bangun karier musik secara profesional. (Yulianto)

Komentar