Portalika.com [SURAKARTA] — Di tengah tuntutan percepatan transformasi digital di perguruan tinggi, Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta/Solo, Jateng kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu riset. Lembaga ini sukses menggelar seminar bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Pembuatan Proposal BIMA/BRIN”.
Kegiatan strategis ini dirancang khusus untuk para dosen dan peneliti di lingkungan Unisri guna mendongkrak kapasitas penyusunan proposal penelitian yang lebih kompetitif, adaptif, serta memenuhi standar ketat skema pendanaan nasional.
Ketua Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat Unisri, Dr Ahmad Mustofa, menjelaskan bahwa acara ini menghadirkan narasumber nasional yang sangat kompeten di bidangnya, yakni Prof Dr Honorata Ratnawati Dwi Putranti, SE, MM.
Dalam pemaparannya, Prof Honorata mengupas tuntas bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat diintegrasikan secara etis dan produktif ke dalam proses penulisan proposal. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi Pemetaan kebaruan riset (state of the art) secara cepat dan akurat, perumusan urgensi dan metode penelitian yang tajam dan penyempurnaan sistematika penulisan serta tata bahasa proposal.
Honorata menegaskan kehadiran AI bukanlah untuk menggantikan kreativitas atau ide utama dari peneliti, melainkan berfungsi sebagai tools atau alat bantu strategis. Tujuannya agar waktu penyusunan lebih efisien dan kualitas proposal semakin tajam saat dikompetisikan di platform pendanaan resmi seperti BIMA (Bima Kemdikbudristek) dan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).
Komitmen LPPM Unisri Surakarta
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisri, Dr Yani Asrie, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari cetak biru strategi LPPM.
Tujuannya jelas mendongkrak jumlah sekaligus kualitas proposal penelitian dosen Unisri agar tembus pendanaan eksternal.
“Penguasaan teknologi AI saat ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi dosen. Melalui kegiatan ini, kami berharap para dosen Unisri mampu memanfaatkan AI secara bijak guna mendongkrak kualitas proposal BIMA dan BRIN, sehingga daya saing riset Unisri di tingkat nasional semakin diperhitungkan,” ujar dia.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan atraktif, kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi teori. Para peserta juga diajak langsung mengikuti sesi praktik dan diskusi mendalam mengenai Teknik prompt (perintah AI) yang tepat khusus untuk riset bidang pangan dan kesehatan masyarakat, batasan etika penggunaan AI dalam riset akademik serta strategi ketat menghindari plagiarisme serta penyalahgunaan AI yang melanggar kaidah ilmiah.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat bersama LPPM Unisri menaruh harapan besar lahirnya proposal-proposal riset yang inovatif. Proposal tersebut diharapkan sangat relevan dengan isu-isu krusial seputar ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, serta siap bersaing memperebutkan pendanaan BIMA dan BRIN periode 2026-2027. (Iskandar)











Komentar