Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Pemkot dan Kemenag Solo Teken MoU BRUS dan BRUN

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN).

Melalui BRUS, remaja diharapkan memiliki karakter yang kuat, pemahaman keagamaan yang baik, serta kecakapan menghadapi tantangan kehidupan.

banner 300x250

Sementara BRUN memberikan pembekalan mengenai kesiapan memasuki kehidupan berkeluarga, termasuk kematangan diri, komunikasi, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

Penandatanganan dilakukan Walikota Solo, Respati Ardi bersama Kepala Kantor Kemenag Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun di Gedung Dakwah Mamba’ul ‘Ulum Solo, Rabu, 14 Oktober 2026.

Kolabroasi ini merupakan bentuk konkrit dalam upaya memperkuat pembinaan karakter, moral, dan keimanan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi di tahun 2030.

BACA JUGA  TKD Dipangkas, Pemprov Jateng Pastikan Tak Ada Kendala Pembayaran Gaji ASN

Walikota Solo, Respati Ardi mengakui, pembinaan remaja menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul serta menjaga stabilitas Kota Surakarta.

Menurutnya, bonus demografi dapat menjadi peluang besar bagi kemajuan bangsa. Namun juga dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan persiapan karakter, moral, serta keimanan generasi muda.

“Ini menjadi penting karena 2030 ada bonus demografi, dimana usia penduduk, usia muda, dan usia produktif adalah mayoritas penduduk bangsa Indonesia. Namun ini seperti pedang bermata dua, jika kita tidak siapkan fundamental keimananan dan ketakwaan remaja, akan terjadi kriminalitas, degradasi keimanan dan lain-lain,” ujar Respati.

BACA JUGA  Walikota Solo Percaya Pers Jadi Benteng Terakhir Penyampai Kabar Yang Baik

Oleh karena itu, Respati menekankan pentingnya mengajak generasi muda agar aktif pada kegiatan keagamaan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Dia menyebut keterlibatan remaja dalam kegiatan di rumah ibadah perlu dilakukan. Ia lun mengajak tokoh-tokoh untuk dapat melakukan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman untuk mendekatkan generasi muda kepada nilai-nilai moral yang baik.

“Penting untuk menginstal, mengajak anak-anak muda kembali ke rumah inadah supaya diisi keimanan dan ketakwaan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun menerangkan, penandatanganan MoU merupakan bentuk sinergi dalam pembinaan remaja dan penguatan keluarga sakinah.

Menurutnya, pemerintah dan stakeholder memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral.

BACA JUGA  Bertemu Dubes Kwok Fook Seng, Respati Ajukan Berbagai Kerjasama ke Singapura

Program BRUS di Kota Solo sudah berjalan dan telah menjangkau 25 sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK. Melalui program tersebut, sekitar 6.500 siswa telah mendapatkan pembinaan.

Untuk program BRUN juga telah dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai kesiapan memasuki kehidupan pernikahan dan membangun keluarga.

“Kita di Solo Raya menganggap penting penandatanganan MoU terkait sinergi pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, dan penguatan keluarga sakinah karena kita punya tanggung jawab moral menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral,” imbuhnya. (Ariyanto)

Komentar